Konten dari Pengguna

Kedua Lansia Ini Membuktikan Cinta Tak Harus Memiliki

Cinta dan Rahasia

Cinta dan Rahasia

Mulailah membaca dengan Bismillah, akhiri dengan Istighfar. Kisah didramatisir dari kisah nyata.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Cinta dan Rahasia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Terkadang cinta tidak harus memiliki ada benarnya buat sebagian orang. Foto. dok: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Terkadang cinta tidak harus memiliki ada benarnya buat sebagian orang. Foto. dok: Pixabay

Menurut banyak orang, cinta sejati tidak bakal lekang oleh waktu. Cinta yang sejati tidak bakal luntur hanya karena masalah waktu dan yang lebih lagi, cinta sejati terkadang tidak harus memiliki. Buat sebagian orang, kiasan yang satu ini mungkin tidak benar, tapi untuk sebagiannya lagi, kiasan ini bisa menjadi benar.

Buat yang tidak percaya bahwa cinta sejati kadang tidak harus memiliki, mungkin mereka harus melihat kisah K.T. Robbins dan Jeanine Ganaye. Keduanya memang tidak pernah bersatu, tapi cinta sejati satu sama lain tidak pernah menghilang dari mereka.

Lantas bagaimana bisa pasangan tersebut membuktikan bahwa cinta sejati tidak harus memiliki? Ada kisah luar biasa di baliknya di mana semua terjadi pertama kali tahun 1944 saat K.T. Robbins bertemu Jeanine Ganaye yang berusia 18 tahun ketika dia ditempatkan di Briely, Prancis dalam tugasnya.

Mungkin mereka harus melihat kisah K.T. Robbins dan Jeanine Ganaye. Foto. dok: Pixabay

Kemudian keduanya saling jatuh cinta selama tiga bulan. Sayangnya, takdir tidak berpihak kepada mereka karena sebuah kejadian. Hubungan asmara mereka berhenti ketika Robbins dipindahkan untuk bertempur di Front Timur selama Perang Dunia II.

Setelah tugas, Robbins kembali ke Memphis dan dia menikah dengan wanita lain. Sejak itu dia tidak pernah bertemu dengan Ganaye lagi. Sebaliknya, Ganaye juga melanjutkan hidupnya sendiri dengan menikah dengan orang lain.

Tapi semuanya membuktikan jika cinta keduanya tidak pudar meski sudah punya pasangan masing-masing. Di tahun 2019, ketika Robbins kembali ke Prancis untuk peringatan 75 tahun D-Day dan diwawancarai oleh jurnalis dari stasiun televisi France 2 tentang pengalamannya dalam Perang Dunia II, dia menceritakan perjalanan cintanya.

Keduanya bertemu dengan bantuan wartawan setempat. Foto. dok: Pixabay

Dari situ para wartawan membantu Robbins melacak Ganaye dan dua orang yang saling mencintai itu bertemu. Kala bertemu, usia keduanya adalah 92 tahun dan panti jompo Prancis yang merupakan tempat tinggal Ganaye adalah tempat pertemuan kembali keduanya.

“Aku selalu mencintaimu. Kamu tidak pernah keluar dari hatiku" kata Robbins saat mereka berpelukan.

Setelah menghabiskan beberapa jam bersama, keduanya harus mengucapkan selamat tinggal dan berjanji untuk segera bertemu lagi. Di sini mereka tidak bersatu, tapi saling mencintai dan menjadi bukti bahwa terkadang cinta sejati tidak selalu harus bisa dimiliki.