Kumparan Logo
Konten Media Partner

44 Penyandang Disabilitas di Kuningan Terima Bantuan Tangan dan Kaki Palsu

ciremaitodayverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
44 penyandang disabilitas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menerima bantuan berupa tangan dan kaki palsu. (Andri)
zoom-in-whitePerbesar
44 penyandang disabilitas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menerima bantuan berupa tangan dan kaki palsu. (Andri)

Ciremaitoday.com, Kuningan – Puluhan penyandang disabilitas di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menerima bantuan berupa tangan dan kaki palsu. Bantuan sendiri disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Kuningan bekerjasama dengan Paguyuban Golongan Darah (Pagoda) Abe Plus Kuningan.

Penyerahan bantuan tangan dan kaki palsu sendiri diserahkan simbolis oleh Sekda Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Menurut Sekda Dian, penyandang disabilitas memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat lain.

“Khususnya itu dalam perlindungan dari kerentanan tindakan diskriminasi, yakni dalam pelanggaran hak asasi manusia,” kata Sekda Dian, Sabtu (28/5/2022).

Pihaknya bersyukur, atas kegiatan sosial berupa pembagian tangan dan kaki palsu bagi penyandang disabilitas. Setidaknya ada 44 penyandang disabilitas di Kuningan mendapat bantuan tersebut.

“Alhamdulilah kita dapat berbagi kebahagiaan bersama teman-teman disabilitas, dengan menyerahkan bantuan tangan dan kaki palsu. Semoga bantuan ini bermanfaat dan barokah, sehingga bisa ikut meningkatkan produktifitas semuanya,” ucapnya.

Dirinya berharap, agar seluruh elemen masyarakat terutama dunia usaha, untuk bergandengan tangan bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Terima kasih kepada Pagoda Abe Plus, karena sudah peduli dan ikut serta membantu pemerintah dalam memfasilitasi para penyandang disabilitas,” imbuhnya.

Semoga kedepan, lanjutnya, sinergitas Pagoda Abe Plus dengan pemerintah daerah dapat terus dibangun dan ditingkatkan dalam rangka memberikan manfaat untuk masyarakat.

Para penerima manfaat bantuan tangan dan kaki palsu juga terlihat berterimakasih, atas kepedulian dan perhatian kepada penyandang disabilitas. Sehingga bisa melakukan aktivitas usaha yang digeluti seperti berdagang.(*)