Kumparan Logo
Konten Media Partner

5 Hari Koma, Balita di Cirebon yang Digigit Ular Meninggal Dunia

ciremaitodayverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana di rumah duka Adila Oktavia, bocah 4 tahun yang meninggal setelah digigit ular. (Ciremaitoday)
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di rumah duka Adila Oktavia, bocah 4 tahun yang meninggal setelah digigit ular. (Ciremaitoday)

Ciremaitoday.com, Cirebon - Setelah lima hari dirawat intensif dan mengalami koma akibat digigit ular, balita berusia 4 tahun, Adila Oktavia, menghembuskan napas terakhir, Rabu malam (12/2/2020).

Adila digigit ular jenis weling saat tertidur pulas di rumahnya pada Jumat malam (7/2). Saat dibawa ke RSD Gunung Jati Cirebon pada Sabtu (8/2), Adila dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Tim medis berupaya memulihkan kondisi Adila. Namun, pihak rumah sakit tak memiliki antibisa atau antivenom jenis ular weling yang menggigit Adila. Pihak rumah sakit terpaksa menyuntikan antivenom untuk jenis ular yang berbeda.

Adila Oktavia saat dirawat intensif di RSUD Gunung Jati Cirebon. (Ciremaitoday)

Kondisi Adila tetap tak ada perubahan dan mengalami koma. Lima hari Adila tak sadarkan diri dan Rabu (12/2) malam kemarin, meninggal dunia.

"Meninggal dunia sekitar 20.30 WIB kemarin. Ya langsung dibawa pulang pakai ambulans," kata orang tua Adila, Mukmin (27) kepada wartawan di kediamannya Blok Wage Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Kamis (13/12/2020).

Mukmin mengatakan kondisi Adila memburuk pada Rabu (12/2/2020) sore. Tim medis sempat menggunakan alat pacu jantung. "Kondisinya mulai menurun sejak sore hari," kata Mukmin.‎

Ilustrasi ular jenis weling. (Net)

Diberitakan sebelumnya, tim medis kesulitan mengidentifikasi jenis ular yang mengakibatkan Adila koma berhari-hari. Setelah berkoordinasi dengan dokter WHO, tim medis akhirnya berhasil mengidentifikasi jenis ularnya, yakni ular weling atau bungarus candidus. ‎

"Sudah teridentifikasi jenis ularnya, ular weling jenis yang baru. Memang hidupnya (habitat) di wilayah Cirebon, bungarus candidus Cirebon," kata Maria, Wakil Direktur Pelayanan RSD Gunung Jati Cirebon. ‎

Maria menyebutkan bisa ular weling itu telah menyerang bagian saraf dan sel darah Adila. Bahkan, lanjut dia, bisa ular weling bisa mengakibatkan pecahnya pembuluh darah.

"Ternyata gejalanya bukan hanya neurotoxic, hemototoxic juga. Jadi racunnya ke darah. Ya bisa pecah pembuluh darahnya," kata Maria.‎

kumparan post embed