Kumparan Logo
Konten Media Partner

6 Dokter dan 12 Perawat RSUD 45 Kuningan, Jabar, Terpapar COVID-19

ciremaitodayverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ilustrasi. (Kumparan/Xinhua)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. (Kumparan/Xinhua)

Ciremaitoday.com, Kuningan - Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, nampaknya bakal ada evaluasi, setelah terjadi lonjakan kasus baru COVID-19.

Tercatat ada penambahan sebanyak 19 orang yang positif COVID-19 dari klaster Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) '45 Kuningan.

Dari 19 orang pegawai RSUD 45 Kuningan yang dinyatakan positif COVID-19, 6 di antaranya berprofesi sebagai dokter, 12 perawat dan 1 orang cleaning service. Mereka dinyatakan positif COVID-19 usai menjalani tes swab massal seminggu lalu.

“Jadi sebetulnya yang terpapar atau kasus baru ini bukan hanya perawat, tapi juga tenaga kesehatan tepatnya di RSUD ’45 Kuningan. Jumlahnya ada 19 orang baik itu perawat maupun beberapa dokter, memang terkonfirmasi positif yang sudah swab seminggu sebelumnya,” kata Juru Bicara Crisis Center Kuningan, Agus Mauludin, Senin (3/8/2020).

Dia menjelaskan, jika tes swab massal seminggu lalu dilakukan terhadap para tenaga medis, termasuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuningan. Namun untuk hasil swab BPBD Kuningan hasilnya negatif COVID-19.

“Alhamdulillah kalau BPBD hasilnya negatif semua. Termasuk juga di Rumah Sakit Linggajati juga diswab massal, semuanya para petugas swab massal,” kata Agus yang menjabat pula sebagai Kepala BPBD Kuningan.

Menurutnya, swab massal bagi petugas di lapangan dimasudkan untuk pemetaan sebaran kasus COVID-19. Walaupun memang, saat ini Pemkab Kuningan juga telah mengelurkan Perbup soal AKB.

“Kita sudah keluarkan Perbup untuk AKB, termasuk regulasi pembelajaran tatap muka. Kemudian pada tanggal 1 Agustus, hasil dari swab massal bagi petugas lapangan itu muncul, ternyata 19 di antaranya tenaga kesehatan di RSUD '45 Kuningan,” bebernya.

Dia merinci, jumlah 19 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 terdiri dari 6 orang dokter, 12 perawat dan seorang cleaning service. Hampir sebagian besar merupakan tenaga kesehatan yang menangani langsung para pasien di UGD.

“Jadi kami segera mengambil langkah-langkah cepat, berkoordinasi dengan Ketua IDI Kuningan dan Gugus Tugas, bahwa semua yang terkonfirmasi itu langsung dilakukan isolasi. Ada 16 orang dibawa ke rumah sakit eks Citra Ibu, sisanya 3 orang isolasi mandiri,” terangnya.

Adanya klaster baru di rumah sakit, pihaknya kembali melakukan swab massal khususnya di RSUD ’45 Kuningan. Hasilnya menunggu selama dua hingga tiga hari kedepan.

“Swab massal ini diprioritaskan bagi tenaga kesehatan yang melayani langsung pasien, meskipun yang lain juga kita lakukan swab. Karena kita tidak tahu, siapa yang sudah tertular atau belum,” imbuhnya.

Kemudian muncul pertanyaan, apakah rumah sakit itu ditutup atau tidak. Pihaknya menegaskan, bahwa pelayanan RSUD ’45 Kuningan secara umum tidak ditutup dan tetap melayani pasien.

“Hanya saja, ada beberapa ruangan yang diamankan untuk tidak ditutup. Seluruhnya sudah kita disinfeksi, kita tetap terus lakukan pemantauan, jadi tidak ditutup baik itu untuk UGD, rawat jalan dan rawat inap,” pungkasnya.