Begini Penampakan Macan Tutul Betina yang Segera Dikawinkan di Gunung Ciremai
·waktu baca 2 menit

Ciremaitoday.com, Kuningan – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berhasil mendatangkan macan tutul betina yang akan dikawinkan dengan Slamet Ramadhan. Kini macan tutul betina telah berada di tempat habituasi yang berada di kawasan Gunung Ciremai.
Macan tutul betina bernama Rasi itu diserahkan oleh masyarakat Kampung Bunisari, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut kepada Balai BKSDA Jabar. Kemudian menjalani rehabilitasi di PPS Cikananga pada 2 Juli 2019.
Rasi ditemukan di perbatasan hutan dan permukiman warga, diperkirakan masih berusia 3-6 bulan. Sekarang kondisi Rasi telah berusia 2,6 tahun dengan berat 50 kilogram.
Keberadaan Rasi sendiri untuk memancing Slamet Ramadhan agar bisa di tangkap. Sebab petugas akan membuka GPS Colar yang telah dipasang saat pelepasliaran pada Juli 2019.
Slamet Ramadhan merupakan macan tutul jantan yang dilepasliarkan di kawasan Gunung Ciremai oleh BKSDA Jabar, Balai TNGC Kuningan dan Kementerian LHK RI. Sejumlah persiapan kini sudah dilakukan Balai TNGC Kuningan demi melancarkan perkawinan dua jenis satwa liar tersebut.
“Pada November 2021, diskusi dengan para pihak telah dilakukan yaitu LPPN Universitas Kuningan, Peduli Karnivora Jawa dan Sintas Indonesia. Kemudian pada 7 Desember 2021, telah dilakukan sosialisasi kepada pemda yang dihadiri langsung Bupati Kuningan dan Muspika terkait, khususnya yang berbatasan dengan Blok Bintangot,” kata Kepala Balai TNGC Kuningan, Teguh Setiawan kepada awak media, Senin (31/1/2022).
Koordinator Spesies Macan Tutul, Robi Gumilang menambahkan, kandang habituasi telah selesai dibuat dengan bahan rangka baja. Kemudian disusun dan disesuaikan demi keamanan dan keselamatan macan tutul jawa.
“Luas permukaan totalnya adalah 66 meter persegi, tinggi 4-6 meter dari permukaan tanah dengan volume totalnya adalah 204 meter persegi. Kandang tersebut dilengkapi total tujuh pintu untuk dapat dioperasikan sebagai pintu jebakan, pintu keluar, dan pintu pemberian pakan,” ungkapnya.
Menurutnya, kandang habituasi itu akan dihuni oleh Rasi dan akan dipantau penuh oleh tim. Bahkan tiga hari sebelumnya, tim telah melakukan pemasangan CCTV sebagai media untuk mengawasi pergerakan Rasi selama di kandang Habituasi.
Sementara Manager Kebun Binatang Gembira Loka, Vanda menambahkan, pemasangan CCTV sudah didesain aman untuk memantau aktivitas Rasi.
“CCTV yang dipasang berjumlah tiga. Ada satu di kandang pemberian makan dan dua lagi berada diatas kandang habituasi, CCTV yang dipakai aman dari hujan dan jangkauan Rasi,” tutupnya.(*)
