Klarifikasi Ketua DPRD Kota Cirebon yang Diduga Dukung Paham Khilafah

Ciremaitoday.com, Cirebon - Ikrar yang dibacakan Ketua DPRD Kota Cirebon, Jawa Barat, Affiati di hadapan Forum Cirebon Bersatu yang berunjuk rasa menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) pada Senin (6/7/2020) lalu, menuai kecaman.
Reaksi keras tidak hanya datang dari para warganet, GP Ansor Kota Cirebon pun mengecam peristiwa tersebut. Setelah viral di media sosial, beragam pertanyaan pun muncul di benak para warganet apakah Ketua DPRD Kota Cirebon itu mendukung khilafah?.
Untuk mencegah persepsi semakin liar, Affiati dan jajarannya pun cepat-cepat mengeluarkan pernyataan bahwa, pihaknya tidak sedikit pun mendukung paham yang dilarang Negara. Peristiwa itu dianggap sebuah dinamika yang tidak disengaja dalam sebuah forum.
"Ya memang peristiwa itu berawal ketika kami menerima aksi damai dari Forum Cirebon Bersatu yang menyatakan sikapnya menolak RUU HIP," katanya menyampaikan klarifikasi, Jumat (10/7/2020).
Ia menyatakan, ketika memimpin ikrar yang berisi sebanyak 3 poin, pada poin terakhir yang berisi penolakan terhadap khilafah tidak terdengar dengan jelas karena langsung disambut dengan takbir dan tepuk tangan oleh massa aksi.
"Draft naskah yang ke-3 berbunyi: 'Demi Allah Kami Bersumpah akan Menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham Komunisme, Liberalisme, Leninisme, Sekularisme, dan Khilafah'. Pada saat sampai di kata Sekularisme langsung disambut takbir dan tepuk tangan oleh audiens sehingga kata Khilafah tidak terdengar," ujarnya.
Affiati mengaku, draf ikrar tersebut didapatkan secara mendadak sehingga tidak ada persiapan sama sekali.
"Jujur bahwa, konsep dan ikrar bersama ini datangnya mendadak," tuturnya.
Adanya peristiwa itu, atas nama pimpinan dan lembaga DPRD, Affiati meminta maaf atas kekhilafan pada saat penerimaan aspirasi Forum Cirebon Bersatu.
"Atas nama pimpinan dan lembaga kami menyampaikan permohonan maaf. Dan kami memastikan bahwa, kami tetap setia kepada Pancasila dan UUD 1945 sebagai ideologi Bangsa Indonesia serta menolak paham komunisme, dan khilafah, liberalisme, leninisme, dan sekularisme," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Affiati dikecam karena diduga mendukung paham khilafah. Seperti terlihat dan terdengar dalam video yang beredar di media sosial, saat membacakan isi ikrar pada poin ketiga, Affiati sempat membacanya sesuai teks atau naskah.
“Kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh paham komunisme dan khilafah,” ucap Affiati.
Massa pengunjuk rasa yang hadir di ruangan DPRD Kota Cirebon kemudian meminta ikrar itu dibatalkan dan Affiati diminta mengulang poin ketiga ikrar dengan menghapus atau tidak mengucapkan kata 'khilafah'.
“Batal batal batal, diulang Bu, tidak sah,” teriak sejumlah orang di dalam ruangan.
Affiati pun lantas mengulang kalimat poin ketiga dengan menghapus atau tak mengucapkan kata 'khilafah' seperti yang diminta massa pengunjuk rasa.
“Demi Allah, kami bersumpah akan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia dari pengaruh komunisme, liberalisme, leninisme, dan sekulerisme,” kata Affiati.
