Melihat Upacara Adat Sedekah Bumi di Desa Cibuntu, Kuningan

ciremaitoday.com, Kuningan, - Wujud rasa syukur atas limpahan hasil pertanian dari masyarakat agraris khususnya di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat dilakukan dengan cara menggelar upacara adat sedekah bumi. Sedekah bumi ini menyuguhkan beragam makanan khas desa hingga hiburan kesenian tradisional.
Kehadiran para tamu disambut dengan seni tradisional Ki Lengser, dilanjut dengan suguhan tarian tetenong (wadah makanan terbuat dari anyaman bambu). Sebelum dimulai, ribuan warga melakukan arak-arakan sembari membawa tetenong yang berisi beragam makanan khas desa setempat.
Warga berjalan sejauh kurang lebih satu kilometer menuju pusat acara di lapangan Sidarangdan Desa Cibuntu. Tetenong dibawa oleh kaum laki-laki dengan cara dipikul, sedangkan kaum perempuan berjalan membawa bekal yang dibutuhkan dalam prosesi upacara sedekah bumi.
Tiba di lapangan Sidarangdan, warga memasuki tenda besar untuk meletakan beragam makanan khas yang dibawa. Warga juga dihibur berbagai kesenian tradisional seperti pagelaran seni angklung hingga tari-tarian.
Upacara ini berlanjut dengan upacara Cikahuripan yaitu dituangkan air jernih dari bambu oleh Kepala Desa Cibuntu dan Bupati Kuningan. Air diambil dari pawai budaya sehari sebelumnya dari sumber mata air wilayah setempat.
Sedekah Bumi ini dilanjut dengan penyerahan benih padi dari Bupati Kuningan kepada petani. Usai itu dilanjutkan doa bersama yang dipimpin seorang ulama, untuk memanjatkan syukur sekaligus memanjatkan doa agar diberi kelimpahan kesuburan tanah dan air termasuk kesejahteraan seluruh masyarakat Desa Cibuntu pada masa tanam selanjutnya.
“Tradisi sedekah bumi ini merupakan salah satu bentuk ritual tradisi masyarakat Desa Cibuntu. Upacara sedekah bumi ini merupakan bentuk rasa syukur dari kekayaan alam yang ada di bumi,” kata Bupati Kuningan, Acep Purnama, Minggu (20/10).
Menurutnya, bagi masyarakat di tanah Jawa khususnya kaum petani, tradisi ritual tahunan semacam sedekah bumi ini bukan hanya sebagai rutinitas atau ritual tahunan semata. Melainkan memiliki makna yang lebih dari itu, upacara adat ini sudah menjadi salah satu bagian dari masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari budaya daerah.
“Semoga adanya sedekah bumi ini membawa berkah bagi kita semua, dan membuat desa kita semakin semangat untuk menjaga lingkungan sekaligus memajukan perkembangan Desa Cibuntu khususnya dari sisi pariwisata,” harapnya.
Oleh sebab itu, Ia meminta, agar generasi muda desa kedepan dapat turut menyumbangkan aspirasi dan kemampuan dalam membangun Desa Cibuntu sebagai desa teladan bagi desa-desa yang lain.
“Seperti yang kita ketahui, Desa Cibuntu merupakan salah satu desa yang membanggakan bagi saya selaku Bupati. Sebab telah membawa nama harum Kabupaten Kuningan sampai tingkat Asean,” ujarnya.
Dia menyebutkan, ada beberapa prestasi yang dicapai Desa Cibuntu diantaranya mendapatkan penghargaan sebagai desa wisata terbaik ke-V tingkat Asean kategori homestay pada tahun 2016. Selain itu, peringkat ke-II desa wisata terbaik tingkat nasional pada 2017 dengan kategori community based tourism.
“Jalin dan tingkatkan terus kebersamaan dan gotong-royong antar elemen masyarakat dalam setiap pelaksanaan pembangunan. Kembangkan kreatifitas dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan, serta lakukan pembelajaran organisasi secara terus menerus dengan mewujudkan prinsip kepemerintahan yang baik,” pungkasnya. (*)
Penulis : Andri Yanto
Editor : Tomi Indra Priyanto
