Kumparan Logo
Konten Media Partner

Ngisis, Tradisi Bersihkan Wayang Berusia 500 Tahun di Keraton Kasepuhan Cirebon

ciremaitodayverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pegawai Keraton Kasepuhan Cirebon membersihkan wayang kulit berusia ratusan tahun. (Juan)
zoom-in-whitePerbesar
Pegawai Keraton Kasepuhan Cirebon membersihkan wayang kulit berusia ratusan tahun. (Juan)

Ciremaitoday.com, Cirebon - Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, menggelar salah satu tradisi khusus yang dilakukan setiap Bulan Suro pada Jumat Kliwon.

Tradisi yang dilakukan adalah membersihkan wayang kulit yang berusia 500 tahun. Tradisi membersihkan wayang kulit yang berusia ratusan tahun itu disebut 'Ngisis'.

Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat mengatakan, wayang pusaka yang berusia 500 tahun dibuka dari kotaknya dan dikeluarkan kemudian digantung untuk diangin-anginkan.

"Wayang pusaka berjumlah 200 dengan berbagai karakter," katanya, Jumat kemarin (3/7/2020).

Ratusan wayang kulit pusaka berusia ratusan tahun tersimpan apik di Keraton Kasepuhan Cirebon. (Juan)

Ia melanjutkan, pembersihan wayang pusaka yang dilakukan oleh dalang dan para abdi dalem bertujuan agar wayang kulit tetap bersih dan kuat dari usianya yang kian bertambah.

"Prosesinya dilakukan di Museum Pusaka Keraton Kasepuhan," imbuhnya.

Ia menyatakan, banyak hal yang harus dilakukan agar budaya Keraton Kasepuhan Cirebon tetap lestari dan terjaga dari pengaruh budaya luar. Karena, kebudayaan merupakan warisan yang tak bernilai bagi masyarakat.

"Oleh karena itu perlu kesabaran, kerajinan dan kepedulian yang tinggi di era sekarang yang sudah mulai luntur perhatiannya terhadap kebudayaan kita sendiri," ujarnya.

Ia berharap, budaya Cirebon tetap lestari begitupun budaya Nusantara.