Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perahu Tambangan Bangodua Indramayu, Memacu Adrenalin Bagi Penumpang

ciremaitodayverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Perahu tambangan blok Pulo Cangak di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, menjadi akses alternatif warga di dua Kecamatan di Kabupaten Indramayu. (Ciremaitoday)
zoom-in-whitePerbesar
Perahu tambangan blok Pulo Cangak di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, menjadi akses alternatif warga di dua Kecamatan di Kabupaten Indramayu. (Ciremaitoday)

Ciremaitoday.com, Indramayu, - Melewati sungai dengan menggunakan perahu yang ditarik dengan tambang, bagi yang masih awam, memacu adrenalin yang tinggi.

Pasalnya, saat melewati sungai dengan jarak lebih dari 100 meter dan arus sungai yang deras, dipastikan penumpang perahu tambangan akan campur aduk perasaannya, antara takut dan was-was akan keselamatannya.

Masyarakat di Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meminta kepada pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membangun jembatan di lintasan tambangan. (Ciremaitoday)

Tingkat resiko keamanan yang minim tersebut, membuat sejumlah masyarakat setempat berharap bisa dibangun jembatan permanen sebagai pengganti perahu tambangan.

Masyarakat di Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat meminta kepada pemerintah Kabupaten Indramayu untuk membangun jembatan di lintasan tambangan blok Pulo Cangak di Desa Bangodua, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu.

Melewati sungai dengan menggunakan perahu yang ditarik dengan tambang, memacu adrenalin yang tinggi. (Ciremaitoday)

Tokoh pemuda Kecamatan Bangodua, Aris Syuhada mengatakan di lokasi tersebut yang terdapat perahu tambangan diharapkan segera dibangun jembatan yang permanen.

Pasalnya, selama ini masyarakat menggunakan jasa perahu tambangan untuk melintas ke wilayah antar desa di Kecamatan Bangodua.

"Kami meminta agar dibangun jembatan permanen. Karena akses transportasi masyarakat bergantung dari perahu tambangan," kata dia.

Perahu tambangan memiliki resiko keamanan yang cukup tinggi. Apalagi saat musim hujan dan arus sungai deras. (Ciremaitoday)

Aris menilai, akses melalui perahu tambangan memiliki resiko keamanan yang cukup tinggi. Apalagi saat musim hujan dan arus sungai deras.

"Resiko keamanan juga menjadi pemikiran masyarakat agar jembatan bisa segera dibangun," kata dia.

Saat berada di perahu tambahan, memacu adrenalin penumpang. Apalagi saat musim hujan dan debit sungai sedang naik.

Sebagai pengingat pada tahun 2015, terjadi insiden perahu tambangan mengangkut warga terguling. 23 penumpang termasuk 3 petugas perahu sempat terseret arus deras akibat kejadian tersebut.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kasan, (39 tahun) warga Desa Bangodua. Kawasan tersebut merupakan salah satu wilayah yang terisolasi. Bila dari Kecamatan Bangodua ingin ke arah Pantura Kecamatan Kertasemaya, harus memutar dulu ke arah Kecamatan Widasari yang bisa memakan jarak 5 kilometer.

Lintasan Pulo Cangak menjadi salah satu lintasan yang teramai, meski aspek keselamatan penumpangnya diragukan. (Ciremaitoday)

Sementara, lintasan tersebut menjadi salah satu alternatif warga dari 4 kecamatan yang ingin memperpendek jarak dan waktu tempuh. Akibatnya, lintasan Pulo Cangak menjadi salah satu lintasan yang teramai, meski aspek keselamatan penumpangnya diragukan.

“Pembangunan jembatan untuk membuka daerah yang terisolir. Selama ini, wilayah di Pulo Cangak termasuk tertutup, meski aktivitasnya saat ini sudah ramai,” ujarnya.

Ia mengaku setiap hari melewati lokasi tersebut untuk berjualan di beberapa desa di Kecamatan Bangodua, meski resiko keamanan juga cukup tinggi. "Meski saat naik perahu tambangan sering was-was dan takut, tapi mau gimana lagi, akses jalannya harus pakai perahu tambangan," ujarnya. (*)