Kumparan Logo
Konten Media Partner

Perampok Bobol Rumah Mewah Bos Aneka Sandang Kuningan

ciremaitodayverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah mewah di Dusun Pahing Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan dibobol perampok bersenjata tajam. (Andri Yanto)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah mewah di Dusun Pahing Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan dibobol perampok bersenjata tajam. (Andri Yanto)

Ciremaitoday.com, Kuningan – Komplotan perampok bersenjata tajam berhasil membobol rumah mewah milik bos Toko Aneka Sandang Kabupaten Kuningan. Lokasi rumah korban perampokan yakni H Udin terletak di Dusun Pahing Desa Pangkalan Kecamatan Ciawigebang Kabupaten Kuningan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, pelaku perampokan diduga melancarkan aksinya pada Minggu (17/5/2020) sekira pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Informasi perampokan ini sempat viral di sejumlah medsos hingga Whatsapp Group.

Para pelaku diduga telah mengintai rumah korban sejak lama, sebab aksinya tidak diketahui petugas yang berjaga dirumah tersebut. Pelaku perampokan diperkirakan masuk melalui benteng bagian belakang, dan menyekap enam orang yang berada di rumah mewah dengan pedang samurai.

Kapolres Kuningan AKPB Lukman Syafri Dandel Malik saat olah TKP di bagian belakang rumah korban. (Andri Yanto)

Kejadian perampokan di rumah mewah ini merupakan kali kedua, karena sempat kemalingan pada tahun 2011 lalu. Saat itu dua pelaku berhasil diringkus kepolisian, dan berhasil menggasak uang korban sebesar Rp700 juta dan perhiasan emas 400 gram.

Namun untuk kejadian kali kedua ini, petugas kepolisian belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami korban. Namun yang jelas, petugas masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.

“Benar terjadi perampokan, dan masih kita dalami. Sat Reskrim Polres Kuningan sudah olah TKP melakukan pengembangan dan pendalaman, untuk teknisnya tidak bisa kita sampaikan,” kata Kapolres Kuningan, AKBP Lukman Syafri Dandel Malik saat dikonfirmasi awak media.

Pihaknya mengaku, sementara ini telah mendapat keterangan dari para saksi terkait jumlah pelaku, korban dan jumlah kerugian yang dialami. Terkait kerugian materil, kini petugas masih melakukan pendataan baik jumlah secara rupiah dan berupa barang.

“Ada kerugian sejumlah barang perhiasan dan logam mulia, termasuk uang yang masih kami kalkulasi kedalam nominal uang rupiah,” terangnya.

Apakah masih ada keterkaitan dengan aksi kejahatan yang dilakukan pada tahun 2011, Ia menyebut, masih dilakukan pendalaman kasus. Walaupun serupa dengan aksi pencurian dengan kekerasan, namun ada pola berbeda.

"Kita sudah olah TKP, kita mendapat keterangan dari korban dan juga saksi sudah kita peroleh. Kita masih dalami, saya mempelajari situasi dan kondisi, karena pola yang dilakukan kejadian pertama dan kedua ini agak berbeda," tutupnya.(*)