Kumparan Logo
Konten Media Partner

Rumah Warga di Kuningan Alami Kerusakan Akibat Longsor hingga Pergerakan Tanah

ciremaitodayverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Rumah warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, nyaris terseret longsor usai dilanda hujan lebat. (Foto: BPBD Kuningan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, nyaris terseret longsor usai dilanda hujan lebat. (Foto: BPBD Kuningan)

Ciremaitoday.com, Kuningan – Peristiwa pohon tumbang hingga longsor dan pergerakan tanah kembali terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Bahkan beberapa pohon yang tumbang menimpa kabel listrik yang berada di tepi jalan penghubung desa.

Tak hanya itu, pohon tumbang juga menutup jalan penghubung wilayah Kuningan menuju Cirebon. Selain menimbulkan kemacetan, akibat pohon tumbang membuat pengendara motor yang tengah melintas terjatuh.

Adapula kejadian tanah longsor yang membuat bangunan rumah warga alami kerusakan. Kerusakan cukup parah juga menimpa bangunan rumah warga akibat pergerakan tanah.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana dalam keterangan persnya, Senin (28/2/2022), menuturkan, beberapa peristiwa kebencanaan terjadi di sejumlah titik saat hujan lebat pada Minggu (27/2/2022) sore. Akibatnya ada beberapa pengendara terjatuh akibat menghindari pohon tumbang, serta rumah warga rusak karena musibah longsor hingga pergerakan tanah.

“Ada dua orang warga terjatuh dari motornya saat menghindari pohon yang tumbang. Lokasinya di jalan raya Kuningan-Cirebon, tepatnya Desa Sampora, Kecamatan Cilimus, Kuningan,” sebutnya.

Rumah warga di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, alami retak-retak di sejumlah bagian bangunan akibat pergerakan tanah. (Foto: BPBD Kuningan)

Dia menyebutkan, dua warga luka ringan yakni Hardi (21) dan Aisyah (20) asal warga Cirebon. Pohon yang tumbang ini juga menutup akses jalan tersebut, arus lalu lintas sempat terganggu selama 30 menit.

“Kemudian bencana longsor terjadi di 3 desa yakni Lebakherang, Giriwaringin, dan Sagaranten. Longsor di Giriwaringin menyeret sebagian rumah warga milik Pak Dulhalim (75),” terangnya.

Dia menjelaskan, bagian rumah yang terseret material longsor yaitu bangunan dapur. Meski hanya sebagian, namun bangunan rumah itu terancam apabila terjadi longsor susulan.

“Selanjutnya pergerakan tanah di Desa Sagaranten, Kecamatan Ciwaru. Rumah milik Ibu Casrini (60) mengalami retak-retak pada bagian dinding rumah dan lantai,” imbuhnya.

Dia merinci, retakan pada bagian rumah korban yakni sepanjang 5-10 sentimeter. Atas sejumlah peristiwa tersebut, petugas telah diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan.(*)