Food & Travel
·
17 Oktober 2020 14:30

Sensasi Nyeruput Kopi Gincu di Tengah-tengah Kebun Mangga, Yuk Coba

Konten ini diproduksi oleh ciremaitoday
Sensasi Nyeruput Kopi Gincu di Tengah-tengah Kebun Mangga, Yuk Coba (77334)
Kopi gincu, salah satu menu minuman kopi andalan di kedai Kopi Gincu. (Ciremaitoday)
Ciremaitoday.com, Cirebon - Pengin merasakan sensasi minum kopi dicampur mangga gedong gincu? Jika Anda warga Cirebon atau sedang berada di kota udang, coba sempatkan datang ke Kedai Kopi Gincu.
ADVERTISEMENT
Kedai Kopi Gincu ini berada si tengah-tengah perkebunan mangga. Lokasinya berada di Desa Sedong Lor, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Pengunjung dimanjakan dengan deretan pohon mangga yang berada di sekeliling kedai.
Kehadiran Kedai Kopi Gincu merupakan respos atas tren menyeruput kopi di masyarakat sedang tinggi. Buktinya, kedai kopi bermunculan dan selalu ramai dikunjungi. Obrolan ngalor-ngidul turut meramaikan suasana di kedai kopi.
Sensasi Nyeruput Kopi Gincu di Tengah-tengah Kebun Mangga, Yuk Coba (77335)
Pengunjung menikmati kopi di kedai Kopi Gincu, Cirebon. (Ciremaitoday)
Tingginya minat menyeruput kopi membuat pemilik kedai terus berinovasi. Sejumlah kedai kopi dikonsep berbagai macam, ada yang temanya alam terbuka, nostalgia dengan suasana zaman dulu, taman baca, dan lainnya. Inovasi itu juga yang dilakukan Kedai Kopi Gincu, kedai kopi dengan konsep perkebunan mangga.
Pemilik kedai juga menyediakan tenda-tenda. Ya, menyeruput kopi sambil berteduh di tenda, seperti berada di gunung. Selain menyediakan tenda-tenda kemah, pemilik kedai juga menyediakan panggung bermusik. Menyeruput kopi sambil ditemani lagu kesayangan. Enak sekali.
Sensasi Nyeruput Kopi Gincu di Tengah-tengah Kebun Mangga, Yuk Coba (77336)
Suasana di kedai Kopi Gincu, Cirebon. (Ciremaitoday)
Ada juga sudut istimewa. Pemilik kedai menyediakan tempat mengopi di atas, roof top. Hanya ada beberapa meja. Dijamin pemandangannya keren. Sebab, kita bisa melihat hamparan perkebunan mangga.
ADVERTISEMENT

Daerah Penghasil Mangga Gedung Gincu

Sekadar diketahui, Kecamatan Sedong dikenal sebagai penghasil mangga gincu terbaik di Cirebon. Ya, salah satu komoditas yang diekspor ke luar negeri.
Pemilik kedia Kopi Gincu Hendrik Nurwanto menceritakan konsep bisnisnya. Hendrik awalnya ingin mengenalkan bidang pertanian kepada milenial, atau mengenalkan perkebunan mangga di desanya kepada milenial.
"Kita kenalkan pertanian menggunakan obrolan lewat kopi dan makanan. Ya melalui kedai ini," kata Hendrik, belum lama ini.
Kedai Kopi Gincu merupakan pendatang baru di Cirebon. Menu utamanya adalah olahan mangga jenis gedong gincu, Komoditas utama daerah Sedong. Salah satu menu kopi yang disajikan adalah kopi yang diolah dengan mangga gedong gincu. Kedai Kopi Gincu selalu ramai pengunjung.
"Ya penuh terus. Mungkin karena suasananya ya, ini kan di perkebunan mangga. Kita punya minuman es gincu spesial dan kopi signature gincu," kata Hendrik.
Sensasi Nyeruput Kopi Gincu di Tengah-tengah Kebun Mangga, Yuk Coba (77337)
Suasana di kedai Kopi Gincu, Cirebon. (Ciremaitoday)
Tak hanya minum yang berbahan dasar mangga gincu, di kedai itu menyediakan makanan ayam goreng sambal gincu dan lainnya.
ADVERTISEMENT
"Untuk kopi signature ini kita gunakan kopi robusta dan arabika. Kemudian, kita campur dengan sari dari mangga gincu. Ya ada proses fermentasinya," kata Hendrik.
Kopi signature gincu dibandrol seharga Rp 45 ribu. Kopi ini bisa dinikmati tiga orang. Tampilannya menarik, menggunakan botol besar dengan tutup serat kayu.
Sementara itu, Camat Sedong Sundewi mendukung pengusaha yang ikut mengembangkan potensi wisata dan komoditas utama daerahnya. "Jelas kami mendukung. Ini kan yang diangkatnya gedong gincu, khas Sedong," kata Dewi.
Dewi mengatakan Sedong memiliki destinasi agrowisata. Ada lima desa yang tergabung dalam pengembangan destinasi agrowisata, yakni Desa Sedang Lor, Sedong Kidul, Panongan, Karangwuni dan Windu Jaya. Salah satu komoditasnya yakni gedong gincu.
"Gedong gincu ini menjadi maskot Cirebon juga. Nanti kalau sudah panen, mungkin kita bisa jual juga di sini," kata Dewi.
ADVERTISEMENT