Kumparan Logo
Konten Media Partner

Terdampak COVID-19, Objek Wisata Gua Sunyaragi Cirebon Rugi Ratusan Juta

ciremaitodayverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Objek Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi. (Juan)
zoom-in-whitePerbesar
Objek Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi. (Juan)

Ciremaitoday.com, Cirebon - Pelaku usaha sektor pariwisata di Kota Cirebon, Jawa Barat, rugi ratusan juta rupiah akibat harus tutup selama pandemi COVID-19. Padahal momen liburan dan Hari Raya seperti saat ini merupakan hal yang ditunggu oleh pengusaha di sektor pariwisata.

Saat momen seperti saat inilah, objek pariwisata ramai pengunjung. Keuntungan tak hanya diperoleh oleh pengelola objek wisata, juga berimbas pada pendapatan penjual suvenir, rumah makan, hotel hingga juru parkir pun kebagian rezekinya.

Namun, liburan dan Hari Raya Idulfitri di tengah Pandemi COVID-19 sangat memukul dunia pariwisata di Kota Cirebon. Pemasukan menurun drastis, sementara beban biaya perawatan sarana dan prasarana tetap berjalan. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali bertahan dengan cara apapun.

Pengelola objek Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi, Jajat Sudrajat mengatakan, dalam kondisi normal saat momen hari raya tiba, pengunjung di Gua Sunyaragi bisa mencapai 30-40 ribu orang dari hari H hingga H+7 Lebaran.

"Tahun ini tidak ada pemasukan sama sekali," katanya, Rabu (27/5/2020).

Salah satu objek wisata andalan di Cirebon itu, terpaksa tutup sejak pemerintah mengeluarkan kebijakan social distancing dan dilanjutkan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.

"Kalaupun tetap buka, saya yakin tidak akan ada pengunjung karena takut keluar rumah," imbuhnya.

Biasanya, Wisata Taman Sari Gua Sunyaragi dapat menyedot minat pengunjung dari luar daerah Cirebon bahkan urus mancanegara.

"Alhamdulilah, saat situasi normal tempat wisata ini tidak pernah sepi dari pengunjung, baik lokal maupun internasional," tuturnya.

Gua Sunyaragi merupakan situs peninggalan sejarah banyak mengandung unsur-unsur edukasi yang berharga dan menjadi salah satu peninggalan yang berharga bagi masyarakat Cirebon.

"Walaupun tidak ada pengunjung kami tetap buka hanya untuk petugas kebersihan saja, karena perawatan harus tetap dilakukan," terangnya.

Jajat menambahkan, banyak masyarakat yang menggantungkan pendapatannya dari sektor pariwisata mulai dari penjual penjual makanan dan minuman, penjual suvenir, dan lainnya. Untuk itu, ia berharap pariwisata cepat pulih seperti sedia kala.

"Bukan saya saja, pengelola pariwisata yang lain dan masyarakat yang mencari nafkah dari sini juga berharap kondisi ini cepat selesai," pungkasnya.

Upaya membangkitkan perekonomian saat ini mulai dilakukan pemerintah. Di antaranya rencana penerapan new normal atau tatanan hidup baru di 4 provinsi serta 25 kota/kabupaten di Indonesia, salah satunya adalah Jawa Barat.