Warga Kampung Talahab di Kabupaten Kuningan Lestarikan Tradisi Sabumi
·waktu baca 2 menit

Ciremaitoday.com, Kuningan – Tradisi Sabumi secara turun temurun masih tetap dilestarikan oleh masyarakat khususnya di Kampung Talahab, Desa Citangtu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Sebagai bentuk kearifan lokal, tradisi ini merupakan wujud syukur terhadap limpahan hasil alam maupun pertanian yang diberikan Tuhan YME.
Biasanya, Tradisi Sabumi ini dikemas secara meriah dengan babarit atau kerap disebut sedekah bumi. Hanya tahun ini, babarit urung dilaksanakan akibat masih dalam kondisi pandemi COVID-19.
Seperti diketahui, babarit yang dilakukan masyarakat biasanya mengarak hasil bumi keliling kampung. Babarit menjadi salah satu upacara adat berupa prosesi seserahan hasil bumi dari masyarakat kepada alam.
Biasanya babarit ditandai dengan pesta rakyat di balai desa atau lahan pertanian maupun tempat-tempat yang dianggap sakral oleh masyarakat. Namun kali ini, warga hanya melaksanakan Tradisi Sabumi termasuk acara makan bersama dengan warga satu kampung.
Salah seorang warga setempat, Rasyid kepada awak media, Sabtu (6/8/2022), mengatakan, Tradisi Sabumi merupakan perwujudan rasa syukur masyarakat terhadap Tuhan YME atas karunia dan melimpahnya hasil pertanian. Secara adat, kegiatan dilaksanakan masyarakat rutin setiap tahun saat memasuki bulan Muharam atau Tahun Baru Islam.
“Namun pada tahun sekarang, kami hanya melaksanakan secara sederhana. Jadi intinya saja dengan Tradisi Sabumi, sebab kan sekarang masih pandemi,” ucapnya.
Dia menyebut, jika tahun-tahun sebelumnya diadakan pula Babarit ataupun sedekah bumi dan pameran hasil pertanian. Namun akibat pandemi, acara tidak semeriah tahun-tahun lalu.
“Tradisi Sabumi juga sebagai simbol keberagaman dan kerukunan umat beragama. Ini bisa dilihat dari suguhan bubur sura yang berwarna merah dan putih yakni Indonesia,” katanya.
Sebab saat acara, warga yang berdatangan bukan saja dari agama tertentu. “Memang di sini masyarakatnya heterogen, bukan hanya umat muslim saja, namun yang beragama Katolik juga rukun menjadi satu,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Kuningan, Sri Laelasari nampak hadir. Menurut Sri, tradisi yang diadakan secara turun temurun oleh sesepuh warga masih tetap dilestarikan.
“Semoga tradisi ini tetap terjaga ya, karena masyarakat juga terlihat kompak. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini membawa keberkahan bagi masyarakat,” ucapnya.
Apalagi jika dilihat, lanjutnya, warga secara gotong royong menyiapkan makanan untuk disantap ramai-ramai dengan warga satu kampung. Bahkan bukan saja warga muslim, adapula umat agama lain yang ikut berbaur dalam melaksanakan Tradisi Sabumi.(*)
