Konten dari Pengguna

Green Mission Vol. 2 LSPR 4C: Aksi Daur Ulang & Peduli Lingkungan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari LSPR NEWS tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan, LSPR 4C menyelenggarakan "Green Mission Vol. 2: Grow Through Waste" melalui kegiatan pengelolaan sampah serta penanaman, menumbuhkan komitmen bersama untuk kehidupan yang berkelanjutan.

Sesi Foto Bersama Dengan Para Peserta
zoom-in-whitePerbesar
Sesi Foto Bersama Dengan Para Peserta

Jakarta, 12 Juli 2025 LSPR Climate Change Champions Club (LSPR 4C) mengadakan Green Mission Vol. 2: Grow Through Waste yang bertujuan untuk melaksanakan aksi nyata peduli lingkungan dalam pengolahan limbah dan penanaman tumbuhan. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program Green Mission yang telah dilaksanakan pada tahun 2023. Tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 12 Juli 2025, mulai pukul 09.30-11.00 WIB, dan berlokasi di Tebet Eco Park, Tebet Barat, Jakarta Selatan. Pelaksanaan Green Mission Vol.2 : Grow Through Waste melibatkan para anggota LSPR 4C dan peserta umum, dalam ikut serta melakukan tindakan-tindakan sederhana yang berdampak baik bagi lingkungan melalui cara yang menarik dan interaktif. LSPR 4C yang memimpin inisiatif ini, bertujuan pada daur ulang kaleng dan botol plastik bekas menjadi media tanam atau pot yang cocok untuk menanam tumbuhan Sirih Gading dan Lili Paris yang berfungsi sebagai tanaman hias.

Calista Anandya Salsabila, ketua pelaksana acara Green Mission Vol 2: Grow Through Waste mengungkapkan bahwa “Tema Green Mission tahun ini mengajak teman-teman generasi muda untuk menyadari bahwa berkontribusi dalam kegiatan kelingkungan tidak perlu langsung berskala besar, hal kecil seperti mengelola limbah botol atau kaleng bekas pun bisa bermanfaat dengan dijadikannya media tanam untuk tanaman baru yang kembali menghijaukan lingkungan. Selama kita bisa mendorong diri kita untuk terus konsisten maka habit kecil tersebut dapat menginspirasi lebih banyak orang lagi.”

Kegiatan ini juga menunjukkan inisiatif dalam mengajak para peserta untuk menggunakan transportasi umum seperti KRL, LRT, dan Transjakarta kalenguntuk menuju lokasi acara. Penggunaan transportasi umum dan berjalan kaki merupakan salah satu tindakan untuk mengurangi emisi karbon dan polusi di udara, dimana acara ini menunjukkan hal sekecil apapun bila dilakukan secara konsisten dapat berdampak begitu besar.

Aktivitas acara ini juga mencakup modifikasi kaleng dan botol bekas agar layak dijadikan pot tanaman hias yang akan digantung. Pot-pot hasil karya peserta kemudian akan digunakan untuk menanam bibit Sirih Gading dan Lili Paris. Peserta juga diberi kesempatan untuk menghias potnya dengan cat air sesuai dengan kreativitasnya masing-masing. Aspek ini mendukung atensi terhadap perubahan iklim melalui metode yang produktif dan unik.

Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai langkah praktis untuk mengurangi sampah plastik, tetapi juga bertujuan untuk menjadi sarana bagi para anggota LSPR dan eksternal publik agar mendapat kesempatan untuk menunjukkan karya dan kepeduliannya terhadap alam.

Kemudian juga melalui acara ini, LSPR 4C menekankan pentingnya aksi kolektif dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yaitu SDGs #12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, SDGs #13 Penanganan Perubahan Iklim, serta SDGs #15 Ekosistem Daratan.

“Harapan kami kedepannya adalah agar kita semua bisa terus menemukan rasa kegentingan pada kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan, dimana kita harus merasa tergerak untuk menjalankan aksi nyata. Untuk itu harus selalu dimulai dari satu suara dan satu motivasi untuk bumi kita.” Lanjut Calista Anandya Salsabila.

*END*

TENTANG LSPR 4C (CLIMATE CHANGE CHAMPIONS CLUB)

LSPR 4C (Climate Change Champions Club) adalah salah satu klub dari Bidang Sosial dan Lingkungan dan merupakan sebuah komunitas yang membahas serta memfokuskan seluruh kegiatannya pada isu-isu yang terkait dengan lingkungan. LSPR 4C terus berkomitmen untuk membentuk individu-individu yang peduli terhadap masalah lingkungan.

******************************************************************

Penulis: Michelle Jocelyn Ebel Tobing