Kumparan Logo

Film Pemenang Palme d’Or, Fjord, Jadi Pembuka di Ajang Jakarta World Cinema 2026

kumparanHITSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana konferensi pers Jakarta World Cinema 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana konferensi pers Jakarta World Cinema 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Ajang festival film Jakarta World Cinema (JWC) akan digelar meriah tahun ini. Hal itu terlihat dari sejumlah film bergengsi yang masuk dalam jajaran karya yang akan ditayangkan, termasuk Fjord, peraih Palme d’Or Cannes 2026, serta NAZA, peraih Special Jury Prize Venice.

Film Fjord, karya sutradara Cristian Mungiu, akan didapuk sebagai film pembuka festival. Sementara itu, karya terbaru sineas Thailand Banjong Pisanthanakun berjudul Inherit dipercaya sebagai film penutup gelaran tersebut. Banjong merupakan pembuat film Thailand yang menggarap The Medium dan Shutter.

Direktur Festival JWC, Shandy Gasella, menganggap kehadiran sejumlah film papan atas dunia dalam festival kali ini sebagai sebuah pencapaian besar. Jumlahnya pun tidak sedikit.

Suasana konferensi pers Jakarta World Cinema 2026 di Kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/10). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

"Mengamankan 120 judul berprestasi, ditambah kehadiran pemenang Golden Bear, Palme d'Or, dan Golden Lion sekaligus dalam satu tahun penayangan merupakan tonggak sejarah monumental bagi kami," ujar Shandy.

“Bagi para pencinta film di Indonesia, jajaran penayangan ini adalah paspor langka dan krusial untuk merasakan langsung denyut nadi utama sinema dunia masa kini,” sambungnya.

Senada dengan Shandy, Direktur Eksekutif JWC, Frederica, menegaskan komitmen festival ini untuk semakin memperluas akses penikmat film di Indonesia terhadap sinema yang jauh lebih berkualitas.

"Visi kami untuk Jakarta World Cinema sejak awal adalah menjembatani jarak antara penceritaan kelas dunia dan penonton Indonesia, sekaligus menempatkan Jakarta sebagai pusat kebudayaan penting di kawasan ini," kata Frederica.

"Misi kami adalah membina ruang inklusif tempat keunggulan sinematik melampaui batas-batas negara,” imbuhnya.

instagram embed

Secara keseluruhan, JWC edisi tahun ini akan menyajikan total 207 judul film dari 69 negara. Sebanyak 120 di antaranya merupakan karya yang telah memenangi penghargaan di berbagai festival internasional.

Dari jumlah tersebut, 96 film berasal dari Asia, 41 film disutradarai perempuan, serta 20 judul film merupakan perwakilan resmi negara untuk kategori pemutaran internasional di ajang Academy Awards ke-99.

Tak hanya itu, Tudor Vladimir Panduru, penata kamera film Fjord, juga akan hadir langsung dalam sesi masterclass yang akan diikuti para pembuat film dan pencinta sinema lokal.

Penyelenggaraan JWC 2026 turut mencatatkan sejarah baru dengan memperluas jangkauan penayangannya hingga ke luar Jakarta. Rangkaian utama festival akan digelar selama delapan hari di CGV Grand Indonesia, Jakarta, mulai 31 Oktober hingga 7 November.

Penayangan kemudian berlanjut secara paralel di CGV Paris Van Java Bandung serta Cinépolis Malang Town Square pada 14 hingga 21 November. Sementara itu, penayangan secara daring melalui platform KlikFilm dapat diakses mulai 31 Oktober hingga 21 November 2026.

Jakarta World Cinema 2026 juga akan menghadirkan deretan karya peraih penghargaan tertinggi dari berbagai festival kelas dunia, seperti pemenang Golden Lion Venice Woman Unknown karya May el-Toukhy.

Ada pula peraih Grand Prix Cannes Minotaur karya Andrey Zvyagintsev, All of a Sudden garapan Hamaguchi Ryusuke, hingga film terbaru karya sutradara Jesse Eisenberg berjudul The Debut.