Konten dari Pengguna

Tak Lagi Andalkan Pelanggan Sekitar, UMKM Desa Ngroto Perlu Digitalisasi

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dalida Yahwe tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pujon, Malang – Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desa masih mengandalkan pelanggan yang berasal dari lingkungan sekitar sebagai pasar utama. Padahal, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku konsumen, pola tersebut semakin sulit dipertahankan apabila usaha ingin berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Kondisi ini juga menjadi tantangan bagi sejumlah UMKM di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Meskipun memiliki produk yang berpotensi bersaing, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital membuat sebagian pelaku usaha belum mampu memaksimalkan peluang pasar di luar wilayahnya.

Saat ini, konsumen tidak lagi hanya mencari produk secara langsung. Banyak keputusan pembelian dimulai dari pencarian di internet, media sosial, hingga platform marketplace. Oleh karena itu, keberadaan UMKM di ruang digital menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi daya saing usaha.

Pemaparan Materi oleh Ibu Siti Devitra Ramanda, S.I.Kom., M.I.Kom kepada peserta kegiatan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi FBD 35).

Melihat kebutuhan tersebut, mahasiswa FISIP Bakti Desa Kelompok 35 Universitas Brawijaya menghadirkan program LENTERA (Langkah Edukasi dan Transformasi Rakyat) pada 21 Juli 2026. Program ini bertujuan membantu pelaku UMKM memahami sekaligus menerapkan langkah-langkah digitalisasi usaha yang dapat dilakukan secara bertahap.

Kegiatan ini turut melibatkan kolaborasi internasional bersama empat perguruan tinggi di Malaysia, yaitu Universiti Malaya (UM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Teknologi MARA (UiTM), dan Universiti Malaysia Perlis (UniMAP). Para pemateri menyoroti pentingnya digital marketing sebagai strategi untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing UMKM di era digital.

Menurut Dr. Mohamad Noor Salehuddin Sharipudin dari Universiti Putra Malaysia (UPM), pelaku usaha perlu mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dalam persaingan pasar yang semakin dinamis.

"UMKM harus terus mengikuti perkembangan zaman agar dapat bertahan di era digital, salah satunya dengan memanfaatkan platform seperti Shopee Seller untuk memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

Selain memberikan materi, mahasiswa Universitas Brawijaya juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Pendampingan tersebut meliputi pembuatan akun QRIS sebagai metode pembayaran digital, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, serta pengenalan marketplace melalui Shopee Seller.

Langkah-langkah tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki dampak yang signifikan. Kehadiran lokasi usaha di Google Maps memudahkan calon pelanggan menemukan UMKM, sementara QRIS memberikan kemudahan transaksi yang kini semakin diminati masyarakat. Di sisi lain, marketplace membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal oleh konsumen dari berbagai daerah.

Melalui program LENTERA, digitalisasi tidak hanya dipahami sebagai penggunaan teknologi, tetapi juga sebagai upaya membuka akses pasar yang lebih luas bagi UMKM desa. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan pelaku usaha di Desa Ngroto mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan meningkatkan daya saing produk lokal hingga ke tingkat nasional.

Foto bersama dengan para dosen universitas di Malaysia dan UMKM Desa Ngroto (Sumber: Dokumentasi Pribadi FBD 35).