Konten dari Pengguna

Manifesto GEN Z: Suatu Hari Kami Duduk di Kursi Kekuasaan

Dalena Mega Karnia

Dalena Mega Karnia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dalena Mega Karnia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

https://www.istockphoto.com/id/foto/kembali-ke-sekolah-gm2162363879-582762229?searchscope=image%2Cfilm
zoom-in-whitePerbesar
https://www.istockphoto.com/id/foto/kembali-ke-sekolah-gm2162363879-582762229?searchscope=image%2Cfilm

Kami adalah Generasi Z, generasi yang tumbuh ketika teknologi dan media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kami melihat bagaimana keputusan pemerintah dapat memengaruhi pendidikan yang kami jalani, pekerjaan yang akan kami dapatkan, lingkungan tempat tinggal yang kami tinggal, hingga kehidupan masyarakat di sekitar kami. Selama ini, kami mungkin lebih sering berada di posisi sebagai masyarakat dan bagian dari suara. Namun, tak menutup kemungkinan suatu hari nanti, kami akan menjadi bagian dari generasi yang mengisi berbagai posisi dalam pemerintahan politik. Ketika hari itu tiba, kami ingin membawa pandangan kami tentang bagaimana pemerintahan seharusnya berjalan. Kami ingin menjadi pemimpin yang terbuka kepada rakyat tentang hal-hal yang harusnya menjadi transparan, tidak menjauh dari rakyat setelah mendapat tanggung jawab besar, dan berseda mendengarkan masukan dan suara yang berbeda. Karena pasti nya di Indonesia ini demokrasi tak hanya tentang memilih pemimpin, tapi juga tentang bagaimana kami memberikan kesempatan atau ruang kepada rakyat untuk menyampaikan pendapat dan terlibat dalam menentukan keputusan.

Memiliki pandangan bahwa kebijakan yang dibuat harus didasari dari kebutuhan rakyat. Pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, pekerjaan, teknologi, sampai kesejahteraan sosial yang merupakan kebutuhan yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan rakyat. Kebijakan yang dibuat seharusnya tidak dibuat hanya berdasarkan angka, tapi juga didasari oleh apa yang benar-benar terjadi dan benar-benar dirasakan oleh rakyat itu sendiri. Kami ingin mendengar keberanian suara dari para pelajar yang kesulitan mendapatkan biaya pendidikan, lulusan sarjana yang sulit mendapat pekerjaan, dan para rakyat yang kesulitan atau terbatas mendapatkan pelayanan publik yang maksimal. Setiap kelompok memiliki persoalan atau kebutuhan yang berbeda, oleh karena itu semestinya pemrintah bosa membuka ruang agar suara-suara tersebut dapat menjadi suat pertimbangan dalam menentukan kebijakan.

Pemerintahan yang transparan tentu menjadi impian semua rakyat, karena rakyat sudah semestinya mengetahuin bagaimana suatu kebijakan atau keputusan dibuat dan alasan dibaliknya, dan pastinya bagaimana pemerintah menjalankan tanggung jawabnya. Traspansi bukan hanya sekedar membuka informasi antar dua pihak, tapi juga untuk membangun hubungan yang berpegang teguh pada kepercaayan. Dimana, saat pemerintah membuat suatu kebijakan dan keputusan masyarakat harus mengetahui dan memahami alasan dibalik keputusan. Jika terdapat kritik tidak lah boleh mengabaikan nya, karena kritik juga menjadi bagian dalam bentuk demokrasi dan menjadi pengingat bahwa kekuasaan yang dimiliki berasal dari kepercaayan rakyat.

Jika suatu hari kami berada diposisi tersebut, kami tidak ingin mempertahankan cara kerja yang membuat masyarakat diabaikan dan dijauhkan. Kami ingin mendorong suatu perubahan besar dengan cara melibatkan para masyarakat secara langsung. Teknologi yang semakin berkembang akan kami manfaatkan sebagai wadah atau alat untuk membuka ruang aspiratif, partisipatif, dan kritik yang luas dan mudah di akses tanpa terkecuali. Perubahan pemerintahan bukan hanya sekadar mengganti nama orang dalam kertas strukturnya, tapi juga bagaimana memperbaiki cara kekasaan digunakan dan bagaimana tanggapan pemerintah atas suara rakyat.

Tidak hanya menjadi generasi yang hanya berbicara tentang perubahaan saat diluar pemerintahan. Jika dimasa yang akan datang kami akan benar-benar duduk di kursi tersebut, kami akan berusaha semaksimal mungkin, karena sebelum nya kami juga berada di posisi masyarakat yang ketika bersuara sulit tersampaikan dan berharap besar bahwa suara kami dapat didengar. Nantinya, suara-suara tersebut akan menjadi pertimbangan utama dalam membentuk suatu kebijakan.

Mungkin saat ini kami belum bisa membantu dengan maksimal, tapi akan berusaha dimasa depan agar nantinya para masyarakat berani bersuara dan memilii ruang berpendapat. Juga, kami tidak ingin lupa dari mana kekuasaan itu berasal. Kami ingin menjadikan kepercayaan rakyat sebagai alasan untuk bekerja, musyawarah sebagai cara dalam mengambil keputusan, dan kepentingan masyarakat sebagai tujuan dari setiap langkah yang kami lakukan.