Beratnya Berjuang Di Perantauan "Demi Mengejar Mimpi Dan Senyum Kedua Orang Tua"

Mahasiswa Aktif Teknik Elektro Universitas Pamulang
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari DANI DJAELANI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bekerja di perantauan adalah ujian ketahanan mental dan fisik. Jauh dari zona nyaman, seorang perantau berjuang keras mengatur keuangan, menahan rindu, dan membagi penghasilan demi bertahan hidup sekaligus membantu orang tua di kampung halaman.
Tantangan terbesar perantau juga memastikan gaji cukup untuk membayar angsuran kuliah, makan, dan transportasi, sembari menyisihkan dana untuk orang tua. Kesalahan sedikit saja dalam mengelola uang bisa berakibat fatal di akhir bulan.
Berpisah dari keluarga berarti harus siap melewatkan berbagai momen penting bersama orang tua yang semakin menua. Rasa sepi sering kali datang di saat-saat paling rentan.
Jauh dari rumah menuntut kemandirian penuh. Jika sakit atau mengalami kesulitan, perantau harus bisa menyelesaikannya sendiri tanpa bisa langsung mengandalkan pertolongan orang tua.
Merantau memang bukan perjalanan yang mudah, namun di balik setiap keringat dan air mata, terdapat proses pendewasaan diri. Pengorbanan ini adalah wujud cinta dan bakti tertinggi untuk membalas jasa kedua orang tua.
