Tekno & Sains
·
22 September 2020 10:59

Kecil Namun Berisik, Alasan Mengapa Jangkrik Mengeluarkan Suara Nyaring

Konten ini diproduksi oleh Dasar Binatang
Kecil Namun Berisik, Alasan Mengapa Jangkrik Mengeluarkan Suara Nyaring (104091)
Seekor Jangkrik. Foto: barskefranck from Pixabay
Musim panas merupakan saat yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang untuk melakukan bepergian, tentunya sebelum pandemi melanda dunia. Tak hanya manusia, kerajaan hewan dan tumbuhan juga menyambut bahagia musim yang penuh dengan sinar matahari ini.
ADVERTISEMENT
Bunga akan bermekaran di taman dan hutan, pohon kembali menghijau, bahkan jangkrik dengan riangnya berdengung dengan keras, dan membawa kita ke dalam suasana yang tenang serta jauh dari hiruk pikuk kota.
Namun, bagaimana terkadang jangkrik mencapai volume yang sangat keras hingga mengganggu telinga manusia? Melansir dari Britannica, inilah alasan jangkrik mengeluarkan suara nyaring.
Di Amerika Utara, sebagian besar spesies yang hidup disebut dengan jangkrik anjing. Suara berisik hanya dihasilkan oleh jangkrik jantan. Ternyata, ini bertujuan untuk menyinkronkan panggilan antar individu. Perpaduan suara ini bersifat teritorial dan menarik perhatian wanita. Selain itu, ada panggilan pacaran dilakukan sebelum perkawinan dilakukan.
Video
Nyanyian jangkrik dipengaruhi oleh fluktuasi cuaca. Secara umum, jangkrik menyukai sinar matahari dan kehangatan, tetapi terlalu banyak panas atau terlalu dingin akan membuatnya agak pendiam. Mengejutkannya, 3.000 spesies jangkrik memiliki suara yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Satu dugaan relevan, mengapa serangga menakjubkan ini mengeluarkan irama yang keras adalah untuk menghalangi predator. Kelompok jangkrik yang paling keras ditemukan muncul setiap 13 hingga 17 tahun.
Organ yang disebut dengan tymbal merupakan organ unik yang menyebabkan jangkrik mengeluarkan suara nyaring. Setiap jangkrik jantan memiliki sepasang membran bergerigi di bagian belakang dan permukaan samping pada segmen perut.
Kontraksi otot yang menempel pada membran menyebabkan pembengkokan, dan menghasilkan bunyi 'klik'. Tymbal muncul kembali saat otot rileks. Frekuensi konraksi otot tymbal berkisar antara 120 hingga 480 kali per detik, yang cukup cepat untuk membuat suara ini terdengar cepat bagi telinga manusia.
Jangkrik juga memiliki kantung udara dengan frekuensi resonansi yang sebanding getaran tymbal, sehingga memperkuat suara dan menghasilkan dengungan bernada tinggi, yang merupakan ciri khas suara di akhir musim panas.
ADVERTISEMENT
Video