Tekno & Sains
·
7 Oktober 2020 15:06

Kekuatan Super Echidna: Mampu ‘Mati Suri’ dan Melewati Kobaran Api

Konten ini diproduksi oleh Dasar Binatang
Kekuatan Super Echidna: Mampu ‘Mati Suri’ dan Melewati Kobaran Api (238556)
Seekor Echidna. Foto: PublicDomainImages from Pixabay
Echidna terlihat seperti persilangan antara landak dan trenggiling, namun spesies tersebut benar-benar berbeda. Echidna merupakan anggota yang masih hidup bersama dengan platipus, dari klade hewan purba yang disebut monotremata, atau mamalia bertelur.
ADVERTISEMENT
Para peneliti masih mempelajari hal-hal baru tentang binatang kecil yang aneh namun karismatik ini. Salah satu yang ditemukan adalah echidna memiliki kekuatan super untuk bertahan dari kebakaran hutan. Melansir dari Treehugger, inilah penjelasan echidna dianugerahi kemampuan beradaptasi pada kondisi hutan terbakar.

Bagaimana echidna bertahan?

Kemampuan super ini pertama kali diidentifikasi tahun 2013, setelah kebakaran melanda Taman Nasional Warrumbungle di Australia. Julia Nowack, seorang peneliti dari University of New England, memperhatikan sebagian besar satwa liar mati oleh api. Tetapi mengejutkannya, populasi echidna di daerah itu tampak stabil.
Tim peneliti yang penasaran memasang GPS pada duri di punggung echidna untuk mengetahui bagaimana hewan tersebut beradaptasi dengan kondisi hutan terbakar. Pemantauan dilakukan selama satu bulan sebelum dan sesudah kebakaran. Apa yang ditemukan sungguh luar biasa. Alih-alih melarikan diri dari api seperti hewan lainnya, echidna justru dengan cuek tertidur dan melewati kobakaran api.
ADVERTISEMENT

Jenis hibernasi yang berbeda

Echidna tentu saja membutuhkan tempat perlindungan, seperti batang pohon berlubang atau liang bawah tanah. Tetapi, api yang menjalar dan berputar tetap saja mengerikan bagi hewan lain, seakan-akan terjebak dalam sebuah oven. Fenomena ini tidak berlaku bagi hewan berbulu tajam tersebut.
Video
Echidna diketahui mampu melakukan hibernasi yang disebut 'mati suri', di mana bertujuan untuk menurunkan metabolisme. Dengan demikian, hewan yang termasuk dalam keluarga Tachyglossidae dapat menurunkan suhu tubuhnya dan menghemat energi selama proses mati suri.
Para peneliti percaya bahwa penurunan suhu tubuh yang terjadi selama mati suri melindungi hewan dari panas yang meningkat. Oleh karena itu, echidna lebih tahan terhadap api dibandingkan dengan hewan lain. Nowack menjelaskan bahwa suhu tubuh echidna pasca kebakaran lebih rendah dibandingkan kondisi normal atau echidna yang hidup di luar wilayah terancam.
ADVERTISEMENT

Tidur melalui masa-masa sulit

Menurut para peneliti, kemampuan memiliki tubuh rendah sedingin es bukan satu-satunya penyelamat dari kebakaran hutan. Sifatnya yang lamban memungkinkan echidna untuk tidur melalui saat-saat kritis seperti kebakaran. Dengan kata lain, kelambanan tersebut membantu hewan menghemat energi sampai menemukan makanan kembali.
Kemampuan mati suri juga cenderung ditemukan oleh hewan-hewan purba seperti echidna. Bahkan ilmuwan percaya bahwa keadaan mati suri memungkinkan beberapa mamalia tetap bertahan hingga saat ini dari dampak asteroid yang memusnahkan dinosaurus dari bumi.

“Faktanya, keadaan mati suri juga digunakan oleh hewan lain dari peristiwa kepunahan dinosaurus, seperti penyu dan buaya,” Tyler Lyson, seorang ahli paleontologi dari Museum Alam dan Sains Denver di Colorado, menjelaskan.

ADVERTISEMENT
Video