Menjadi Travel Blogger yang Gesit seperti Honda Vario 125

Dede Diaz Abdurahman
Google Street View Trusted Photographer Content creator, vlogger, hobi travelling, suka foto, ngeblog, baca buku, footballover and coffee addict
Konten dari Pengguna
29 Mei 2019 22:52 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dede Diaz Abdurahman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Untuk bisa bangkit setelah sebelumnya terjatuh adalah hal yang sangat berat bagi siapapun itu termasuk saya pribadi. Memutuskan untuk mundur dari pekerjaan yang selama ini menghidupi saya dan keluarga adalah suatu keputusan yang berat dan harus siap dengan konsekuensi yang akan dihadapi nantinya. Memang awal awal menjalani rutinitas sebagai "pengangguran" ada sedikit adaptasi yang harus disesuaikan. Mulai dari pagi hari yang awalnya selalu sibuk siap siap untuk berangkat bekerja, sekarang hanya antar anak ke sekolah pulang ke rumah, ngopi, lanjutin bikin tulisan untuk blog.
ADVERTISEMENT
Untuk ngeblog sebenarnya dari tahun 2010 sudah mulai belajar menulis tetapi karena tidak serius dan konsisten akhirnya terlupakan. Dan baru di tahun 2016 memutuskan untuk lebih serius menulis disela sela kesibukan ketika bekerja. Keputusan menjadi freelance blogger memang menurut sebagian orang dekat bukan pilihan yang tepat bagi saya. Terlebih dengan posisi saya yang sudah berkeluarga dan mempunyai 2 orang anak yang sudah tentu akan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi.
Tetapi satu hal yang selalu saya yakini setiap manusia sudah diatur semuanya oleh Tuhan, baik jodoh, maut, bahagia, termasuk rejeki. Jika saya mau berusaha menjemput rejeki (bukan mencari rejeki) setidaknya sebuah proses atau tahapan telah saya lakukan. Terlepas dari hasil atau tidak, besar atau kecil rejeki yang kita dapatkan harus selalu saya syukuri.
ADVERTISEMENT
Dan perjalanan saya di dunia blogger berawal ketika bertemu dengan salah seorang pengurus komunitas blogger di Bandung dalam sebuah acara. Beliau yang kebetulan menjadi narasumber di acara yang saya hadiri menceritakan pengalaman nya mengunjungi berbagai tempat dan fasilitas yang didapatkan nya bahkan sampai ke luar negeri, semua berawal dari menulis di blog. Di akhir acara saya langsung mendatangi beliau dan berbincang mengenai kiat kiat menulis yang bisa menjadikan beliau seperti saat ini.
Dari situlah saya mulai berjejaring dengan para blogger sebutan untuk mereka yang menulis menggunakan blog sebagai media penulisan nya. Mulai dari Kota Bandung, Jabodetabek, bahkan luar Pulau Jawa satu persatu menjadi list di buku kontak maupun media sosial saya. Mulai dari kegiatan di sekitar Kota Bandung bahkan sampai kegiatan diluar kota pun akhirnya sering saya hadiri. Seperti undangan dari salah satu produk laptop di awal bulan Ramadan ini, selain gathering dan perkenalan produk, juga diisi dengan acara buka bersama.
ADVERTISEMENT
Dan untuk mendatangi lokasi acara tersebut saya memilih menggunakan kendaraan pribadi yaitu sepeda motor. Honda Vario 125 CBS yang saya pakai memang bukan seri terbaru karena saya membelinya dari saudara sendiri yang sedang memerlukan bantuan. Tetapi fungsi dan manfaat yang saya dapatkan justru yang membuat saya lebih nyaman mengendarai Honda Vario 125 CBS rakitan tahun 2013 ini.
Selain bisa membawa bawaan lebih didepan karena pijakan lebih luas, akselerasi ketika melewati jalanan Kota Bandung yang sering macet lebih nyaman, soal bbm sepertinya bukan menjadi persoalan dengan perbandingan 57 KM per liter dan sangat membantu saya dalam menekan pengeluaran harian. Jarak rumah saya yang orang bilang "Bandung Nyingcet" alias Bandung pinggiran dan ujung pisan untuk sampai ke pusat Kota Bandung menghabiskan jarak tempuh 35 KM atau setara 90 menit perjalanan. Itupun jika lalulintas tidak macet atau sedang hujan.
Segala sesuatu akan terasa mudah dan ringan jika kita lakukan dengan mencintainya. Jarak, waktu, dan semua pengorbanan yang saya mulai dari bawah perlahan memperlihatkan hasilnya. Berawal dari hobi menulis, bergabung dengan berbagai komunitas, bertambah wawasan dan kenalan yang pada akhirnya menghantarkan saya berpetualang mengunjungi tempat tempat wisata dan berbagai event pariwisata di tanah air.
ADVERTISEMENT
Apabila kita sabar dan tekun akan hobi kita apapun itu, percayalah hal tersebut yang akan menjadikan hobi tersebut sebagai pekerjaan kita. Karena pekerjaan yang paling menyenangkan adalah hobi yang dibayar.#IniYangBenar