Indonesia yang Ideal Menuju Puncak Bonus Demografi 2030

Undergraduate Communication student currently studying at UPN Veteran Jakarta.
Konten dari Pengguna
2 Desember 2022 18:33
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Della Rizkiani Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sumber: Della Rizkiani Putri
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Della Rizkiani Putri
ADVERTISEMENT
Masyarakat ideal tentunya menjadi dambaan dari setiap negara. Masyarakat ideal merupakan suatu kondisi saat masyarakat hidup dengan damai, sejahtera, terbuka, serta maju dalam hal pemikiran maupun tindakan. Masyarakat Indonesia sendiri memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan dengan negara lain.
ADVERTISEMENT
Beberapa karakteristik masyarakat Indonesia menurut Suroto (2019), yaitu pluralistik atau keberagaman, sikap saling pengertian antara sesama anggota masyarakat, toleransi yang tinggi, dan memiliki sanksi moral. Melalui karakteristik tersebut masyarakat Indonesia diharapkan dapat menjadi suatu masyarakat yang ideal dalam berbagai aspek.
Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030. Menurut Sutikno (2020), bonus demografi merupakan fenomena peradaban kependudukan suatu negara ketika terjadi ledakan jumlah penduduk usia produktif yang dapat menjadi modal besar dalam pembangunan.
Dengan kata lain, bonus demografi merupakan suatu keadaan saat usia penduduk produktif (15 – 64 tahun) lebih banyak dari usia non-produktif (di bawah 15 tahun dan lebih dari 64 tahun). Artinya, Indonesia akan menempati suatu kondisi dengan jumlah angkatan kerja yang melimpah.
ADVERTISEMENT
Jika jumlah angkatan kerja yang besar dapat dikelola dengan baik, maka hal tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dengan adanya fenomena ini, Indonesia juga mendapatkan kesempatan strategis untuk melakukan percepatan pembangunan dengan dukungan sumber daya manusia (SDM) produktif yang melimpah.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menyebutkan bahwa pada tahun 2030 – 2040 jumlah penduduk usia produktif di Indonesia akan mencapai 64 persen dari total penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.
Fenomena bonus demografi ini dapat menguntungkan Indonesia. Bonus demografi dapat menjadi kesempatan atau peluang bagi Indonesia untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan berkembang lebih pesat dalam berbagai bidang.
Bonus demografi dapat memberikan dampak yang berbeda bergantung pada bagaimana pemanfaatan yang dilakukan oleh sumber daya terkait. Bonus demografi akan menguntungkan suatu negara apabila dimanfaatkan dengan benar dan mengerahkan seluruh usaha yang bisa dilakukan. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa fenomena bonus demografi juga dapat memberikan kerugian yang cukup besar apabila tidak dimanfaatkan secara maksimal.
ADVERTISEMENT
Ketika bonus demografi tidak dapat dimanfaatkan dengan baik, hal tersebut dapat menjadi boomerang bagi Indonesia. Populasi SDM produktif yang melimpah, nantinya akan menumpuk dan memasuki masa aging population yang berarti masa saat jumlah penduduk usia tua lebih besar dibandingkan dengan jumlah penduduk usia produktif. Fenomena aging population dapat menjadi beban bagi Indonesia, karena pada masa bonus demografi penduduk usia produktif tidak dapat memanfaatkan kesempatan tersebut.
Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan dari suatu pembangunan adalah kualitas SDM. Di Indonesia, kualitas SDM masih tergolong rendah. Dapat dilihat dari aspek pendidikan yang masih kurang.
Dilansir dari data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri per Desember 2021 dalam dataindonesia.id, tercatat bahwa penduduk Indonesia yang merupakan lulusan Sekolah Dasar (SD) terdapat sebanyak 64,68 juta jiwa, diikuti oleh penduduk Indonesia yang tidak/belum sekolah sebanyak 64,15 juta jiwa, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 56,91 juta jiwa, lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 39,90 juta jiwa, dan belum tamat Sekolah Dasar (SD) sebanyak 30,90 juta jiwa.
ADVERTISEMENT
Dari data yang tertera, terlihat bahwa dalam aspek pendidikan, masyarakat Indonesia masih cukup tertinggal. Banyak masyarakat Indonesia yang kurang peduli terhadap pendidikan. Namun, dalam kenyataannya pendidikan sangat penting untuk menunjang sebuah masyarakat yang ideal. Banyak hal yang dapat diubah melalui sebuah pendidikan, mulai dari pola berpikir, cara berperilaku, pengetahuan, dan lain sebagainya.
Dalam menghadapi puncak bonus demografi, Indonesia harus memiliki persiapan yang cukup untuk memanfaatkan fenomena ini secara maksimal. Berbagai program untuk persiapan menghadapi puncak bonus demografi telah dilaksanakan oleh pemerintah, di antaranya adalah memastikan kondisi kesehatan pranikah, intervensi masa kehamilan, asupan gizi pada periode anak-anak, hingga pendidikan dasar dan menengah.
Dilansir dari kominfo.go.id, Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa,
ADVERTISEMENT

“Pemerintah telah memberikan intervensi program dan kebijakan pembangunan manusia secara komprehensif. Melalui intervensi secara komprehensif dan terintegrasi dalam human capital life cycle, akan terjadi looping positif dalam pembangunan SDM Indonesia.”

Menko PMK tersebut juga menyatakan bahwa hal utama yang perlu disiapkan dalam menghadapi puncak bonus demografi pada tahun 2030 adalah pembangunan karakter generasi muda yang siap dalam menghadapi dunia kerja. Pemerintah Indonesia sendiri menyediakan sarana untuk pelatihan kerja demi mempersiapkan SDM yang unggul demi mencapai Indonesia yang ideal.
Melimpahnya SDM atau angkatan kerja yang produktif pada fenomena puncak bonus demografi akan sia-sia apabila tidak tersedianya lapangan pekerjaan yanng sesuai dengan keterampilan atau bidang yang dikuasai.
Program pelatihan kerja untuk persiapan tenaga kerja yang terlatih telah disediakan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Berbagai pelatihan dari berbagai bidang keahlian telah tersedia, baik pelatihan secara offline, maupun secara online. Hal ini tentu saja dapat membantu angkatan kerja dalam mengasah kemampuan sesuai dengan bidang yang diminati.
ADVERTISEMENT
Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy juga menyebutkan bahwa,

“Tugas negara adalah mengintervensi, menciptakan lapangan pekerjaan melalui investasi. Jadi, investasi baik menggunakan dana dalam negeri maupun luar negeri termasuk mengundang modal asing masuk Indonesia itu sebetulnya adalah untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk generasi produktif.”

Pemerintah telah berusaha dan berfokus dalam menambah jumlah lapangan pekerjaan untuk generasi muda demi keberhasilan pemanfaatan fenomena bonus demografi. Oleh karena itu, pemerintah juga membentuk Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) untuk mempermudah pengembangan lapangan pekerjaan. Diharapkan dengan penambahan lapangan pekerjaan ini dapat menunjang angkatan kerja yang ada.
Di samping pemerintah yang harus memiliki persiapan dalam menghadapi puncak bonus demografi 2030, masyarakat juga harus berpartisipasi aktif dalam persiapan tersebut. Demi mencapai Indonesia yang ideal, baik dari pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dalam mendukung berbagai program yang telah dicanangkan. Hasil yang diharapkan dari kelancaran kerja sama tersebut, yaitu dapat membentuk suatu kehidupan yang ideal menuju puncak bonus demografi 2030.
ADVERTISEMENT
Indonesia yang ideal sejatinya merupakan hal yang mungkin untuk diwujudkan. Indonesia yang maju dapat terwujud melalui kerja sama yang seimbang antara pemerintah dan masyarakat. Fenomena bonus demografi merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk maju dan lebih unggul dari sebelumnya.
Perwujudan Indonesia yang ideal akan sangat membantu dalam menghadapi puncak bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada tahun 2030. Apabila tidak ada kerja sama yang imbang antara pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia yang ideal, maka akan berdampak pada kesiapan Indonesia dalam menghadapi puncak bonus demografi tahun 2030.
REFERENSI
Afandi, T. (2017). Bonus Demografi 2030-2040: Strategi Indonesia Terkait Ketenagakerjaan dan Pendidikan. Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional. Jakarta.
Agus, A. A. (2016). Membangun Masyarakat Madani yang Demokratis, Harmonis, dan Partisipasi di Indonesia. Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelituan Kesejarahan, 3(4), 147-152.
ADVERTISEMENT
Bangun Karakter Untuk Hadapi Bonus Demografi. (2020, November). Retrieved from kominfo.go.id: https://www.kominfo.go.id/content/detail/30618/bangun-karakter-untuk-hadapi-bonus-demografi/0/berita
Bayu, D. (2022, Februari 16). Penduduk Indonesia Paling Banyak Lulusan SD. Retrieved from dataindonesia.id: https://dataindonesia.id/ragam/detail/penduduk-indonesia-paling-banyak-lulusan-sd
Hadapi Bonus Demografi, Pemerintah Siapkan SDM Unggul. (2022, Maret). Retrieved from kominfo.go.id: https://m.kominfo.go.id/content/detail/40392/hadapi-bonus-demografi-pemerintah-siapkan-sdm-unggul/0/berita
Komitmen Pemerintah Wujudkan Bonus Demografi yang Berkualitas. (2020, Juni). Retrieved from kominfo.go.id: https://www.kominfo.go.id/content/detail/27423/komitmen-pemerintah-wujudkan-bonus-demografi-yang-berkualitas/0/berita
Suroto. (2015). Konsep Masyarakat Madani di Indonesia dalam Masa Postmodern (Sebuah Analisis Kritis). Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 5(9), 664-671.
Sutikno, A. N. (2020). Bonus Demografi di Indonesia. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia, 12(2), 421-439.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020