36 Orang Tewas dalam Penembakan di Manila

2 Juni 2017 13:40 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:16 WIB
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Polisi yang terluka dalam serangan di Manila (Foto: Reuters/Stringer)
zoom-in-whitePerbesar
Polisi yang terluka dalam serangan di Manila (Foto: Reuters/Stringer)
Penembakan yang terjadi di sebuah kasino di Manila mengejutkan Filipina di tengah darurat militer. Dalam penyisiran polisi, sedikitnya ditemukan 36 orang tewas dalam penembakan yang berakhir dengan bunuh diri pelaku itu.
ADVERTISEMENT
Menurut kepala polisi Manila Oscar Albayalde, korban tewas diduga karena kehabisan nafas akibat asap tebal setelah pelaku membakar meja judi.
"Yang menyebabkan kematian mereka adalah asap tebal. Ruangan itu berkarpet dan mejanya mudah terbakar," ujar Albayalde, dikutip Reuters.
Dalam peristiwa itu, sedikitnya ada 54 orang yang terluka saat panik karena berebut keluar kasino yang terbakar.
Insiden ini terjadi di tengah darurat militer di Filipina selatan menyusul serangan ISIS di Marawi. Kendati Filipina tengah darurat teroris, namun pemerintah Rodrigo Duterte bersikeras insiden di Manila bukan aksi terorisme.
Hotel lokasi penembakan di Manila (Foto: Reuters/Erik De Castro)
zoom-in-whitePerbesar
Hotel lokasi penembakan di Manila (Foto: Reuters/Erik De Castro)
ADVERTISEMENT
Juru bicara Duterte, Ernesto Abella, mengatakan peristiwa Manila murni kriminalitas. Menurut Abella, pelaku ingin merampok kasino yang terletak dekat Bandara Internasional Ninoy Aquino itu.
Menurut penyelidikan polisi, pelaku yang belum disebut namanya tidak menyerang para pengunjung kasino dan langsung mengarah ke brankas uang.
"Semua indikasi mengarah pada aksi kriminal oleh seseorang yang secara emosi terganggu. Walau pelaku melepaskan tembakan peringatan, tidak ada indikasi dia ingin melukai atau menembak seseorang," ujar Abella.
Sekitar subuh polisi menemukan tubuh pelaku di hotel. Pelaku disebut membakar diri dengan bensin. Polisi disebut telah menemukan chip judi hasil perampokan pelaku senilai 113 juta peso (Rp30 miliar).