Saksi Bom St Petersburg: Wajah-wajah Berdarah dan Terbakar

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Ledakan di St. Petersburg, Russia (Foto: Anton Vaganov/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ledakan di St. Petersburg, Russia (Foto: Anton Vaganov/Reuters)

Sedikitnya 11 orang tewas dan 43 lainnya terluka saat bom meledak di sebuah gerbong kereta kota St Petersburg, Rusia, Senin (3/4). Para korban luka mengisahkan horor yang mereka saksikan dalam peristiwa itu.

Menurut saksi mata yang dikutip Reuters, usai bom meledak pada 2.40 pintu gerbong hancur dan asap memenuhi kereta. Para korban tewas dan luka bergeletakan di dalam gerbong dan peron di stasiun Sennaya Ploshchad. Puing-puing kereta berhamburan di peron stasiun.

"Saya melihat asap, massa berlarian ke eskalator, di dalam gerbong orang-orang berdarah. Ada darah di wajah mereka, pakaian. Banyak yang menangis," kata saksi mata, Leonid Chaika kepada Reuters.

Baca juga: Kelompok Radikal Diduga Berada di Balik Serangan St Petersburg

Kondisi lokasi ledakan di St Petersburg (Foto: AP Photo/DTP&ChP St. Peterburg via AP)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi lokasi ledakan di St Petersburg (Foto: AP Photo/DTP&ChP St. Peterburg via AP)

Kebanyakan korban menderita luka atau terbunuh akibat pecahan kaca atau serpihan benda tajam di dalam bom yang meledak di gerbong. Ledakan di ruang sempit membuat efek kehancuran lebih besar.

"Orang-orang berdarah, rambut mereka terbakar. Asap keluar dari gerbong, kami diminta keluar karena kereta berhenti. Pacar saya ada di gerbong di sebelah ledakan. Dia gemetar, saat keluar, dia menyaksikan para korban termutilasi," ujar seorang saksi lainnya, dikutip dari stasiun televisi Rusia, Life.

Saksi lainnya, Anna Sventik, berada di kereta yang melintasi stasiun tempat bom meledak. Dia mengaku menyaksikan pemandangan yang mengerikan.

Baca juga: Daftar Panjang Serangan Teroris di Rusia

Ledakan di St. Petersburg, Russia (Foto: Anton Vaganov/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Ledakan di St. Petersburg, Russia (Foto: Anton Vaganov/Reuters)

"Kereta kami melambat, dan seorang wanita berteriak saat dia melihat orang-orang tergeletak di peron, menghitam, beberapa tanpa pakaian, terbakar. Sangat menakutkan," ujar Sventik dikutip Reuters.

Penyelidikan masih dilakukan terkait pengeboman ini. Diduga kuat pelaku pengeboman adalah kelompok Islam radikal. Saat peristiwa terjadi, Presiden Rusia Vladimir Putin tengah berada di St Petersburg dan langsung menuju tempat kejadian.