Soal Serangan Kimia di Suriah, Trump Malah Salahkan Obama

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Donald Trump berpidato di konferensi pers. (Foto: Shannon Stapleton)
zoom-in-whitePerbesar
Donald Trump berpidato di konferensi pers. (Foto: Shannon Stapleton)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam serangan senjata kimia di Suriah yang menewaskan 72 orang. Namun selain itu, Trump juga menyalahkan mantan presiden AS Barack Obama yang kebijakannya yang tidak tegas terhadap Bashar al-Assad dan mengakibatkan serangan ini.

Dalam pernyataannya yang dikutip Associated Press, Rabu (5/4), Trump mengatakan serangan itu adalah tindakan "mengerikan yang tidak bisa diabaikan oleh dunia". Selanjutnya, Trump menyalahkan Obama yang pemerintahannya lemah dalam merespons serangan kimia Suriah pada 2013.

Sebelumnya pada 2013, usai serangan kimia di Ghouta yang menewaskan 1.500 orang, Obama mengancam akan menyerang Suriah. Assad yang ketar-ketir langsung berjanji akan memusnahkan 1.300 ton senjata kimia mereka. Namun hingga saat ini, laporan serangan senjata kimia masih terus bermunculab di Suriah.

Baca juga: Mayat Anak-anak Suriah Kembali Bergelimpangan Akibat Senjata Kimia

Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)
zoom-in-whitePerbesar
Korban senjata kimia di Suriah. (Foto: AP)

"Tindakan mengerikan rezim Bashar al-Assad ini adalah konsekuensi dari kelemahan pemerintahan sebelumnya," ujar Trump.

"Presiden Obama mengatakan pada 2012 dia akan membentuk 'garis batas' atas penggunaan senjata kimia dan dia tidak melakukan apa pun. Amerika Serikat berdiri bersama para sekutu di seluruh dunia dalam mengutuk serangan yang tidak bisa ditoleransi ini," lanjut Trump.

Baca juga: Lagi, Assad Bantai Rakyat Suriah dengan Senjata Kimia

Serangan senjata kimia di Khan Sheikhoun terjadi pada Selasa pagi kemarin. Di antaranya yang tewas adalah 20 anak-anak tidak berdosa. Usai serangan ini, AS bersama dengan Inggris dan Prancis memprakarsai resolusi Dewan Keamanan PBB untuk mengecam rezim Assad.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan Iran dan Suriah, sekutu terdekat Assad, juga harus disalahkan atas serangan tersebut. Tillerson mendesak Iran dan Suriah untuk menekan Assad agar tidak lagi melancarkan serangan senjata kimia.

"Sebagai pihak yang pengklaim sebagai penjamin negosiasi gencatan senjata di Astana, Rusia dan Iran punya tanggung jawab moral besar atas kematian ini," ujar Tillerson.