Makeup bagi Mahasiswi: Ekspresi Diri atau Tuntutan Sosial?

Halo, saya adalah Mahasiswi dari Universitas Pamulang!
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Detria Alifia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Makeup saat ini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak mahasiswi. Tidak hanya digunakan untuk menghadiri acara tertentu, makeup juga sering dipakai dalam kegiatan sehari-hari seperti kuliah, presentasi, maupun organisasi kampus.
Bagi sebagian mahasiswi, makeup merupakan bentuk ekspresi diri. Penggunaan makeup dapat menjadi cara untuk menunjukkan kreativitas, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuat penampilan terasa lebih rapi. Setiap orang memiliki gaya yang berbeda, mulai dari tampilan natural hingga yang lebih berani dan artistik.
Namun, di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa media sosial turut memengaruhi standar penampilan. Berbagai tren kecantikan yang muncul sering kali membuat seseorang merasa perlu mengikuti agar tidak dianggap kurang menarik. Akibatnya, makeup terkadang berubah dari pilihan pribadi menjadi sesuatu yang terasa seperti kewajiban.
Meski demikian, penggunaan makeup seharusnya kembali pada pilihan masing-masing individu. Tidak menggunakan makeup bukan berarti kurang merawat diri, begitu pula menggunakan makeup bukan berarti hanya mengikuti tren. Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk merasa nyaman dengan dirinya sendiri.
Pada akhirnya, makeup dapat menjadi sarana ekspresi diri sekaligus bagian dari gaya hidup modern. Yang terpenting adalah memastikan bahwa keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan makeup berasal dari kenyamanan diri sendiri, bukan semata-mata karena tekanan sosial atau ekspektasi orang lain.
