Pemanfaatan Website untuk Promosi dan Layanan Desa

Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jakarta. Pembelajar yang mengabdikan diri dengan menjadi pengajar.
Konten dari Pengguna
29 November 2022 13:58
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Dewanto Samodro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pelatihan pengelolaan website desa untuk Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta mengadakan pelatihan untuk pengelola website Desa Baros sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. (Dok. Tim Pengabdi UPNVJ)
zoom-in-whitePerbesar
Pelatihan pengelolaan website desa untuk Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, Banten. Tim dosen dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Jakarta mengadakan pelatihan untuk pengelola website Desa Baros sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. (Dok. Tim Pengabdi UPNVJ)
ADVERTISEMENT

Teknologi sudah menjadi kebutuhan manusia. Bila dulu seseorang khawatir bila ketinggalan dompet saat bepergian, sekarang seseorang lebih khawatir bila lupa membawa ponsel saat keluar rumah.

Manusia tidak lagi bisa hidup tanpa teknologi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah komunikasi manusia. Sebagai makhluk sosial, komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia.
ADVERTISEMENT
Seiring dengan perkembangan teknologi, manusia tidak lagi berkomunikasi secara konvensional tetapi mengikuti teknologi informasi yang semakin maju. Manusia tidak lagi sekadar makhluk sosial, tetapi juga makhluk berteknologi yang menggunakan teknologi dalam kehidupannya.
Teknologi memudahkan kehidupan manusia dalam berbagai bidang. Manusia kini dapat melakukan banyak hal berbekal perangkat ponsel cerdas. “Dunia dalam genggaman” merupakan ungkapan yang muncul seiring dengan fenomena penggunaan teknologi ponsel cerdas.
Kemudahan akses informasi dan komunikasi juga harus menjadi landasan bagi pelayanan publik. Teknologi harus dimanfaatkan untuk memudahkan masyarakat mengakses dan mendapatkan pelayanan publik dari tingkat terendah di desa/kelurahan hingga tingkat tertinggi di level pemerintahan pusat.
Desa sebagai ujung tombak pelayanan publik harus memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada warga desa. Salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan adalah website desa sebagai sarana informasi dan layanan publik secara daring.
ADVERTISEMENT
Namun, belum semua pemerintah desa memiliki website. Padahal, selain menjadi sarana informasi bagi masyarakat desa, website juga dapat menjadi sarana untuk mempromosikan potensi desa kepada masyarakat di luar desa.
Pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi telah mengalokasikan dana desa untuk pembangunan desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi juga terus mendorong pendirian badan usaha milik desa (BUMdes) dengan memanfaatkan potensi desa.
Keberadaan website desa dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk unggulan dan potensi lain dari BUMdes sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa.
Pelayanan publik secara daring juga dapat memanfaatkan website desa. Pemerintah desa dapat memberikan pelayanan publik seperti penyediaan surat keterangan tidak mampu, surat kematian, hingga surat pengantar untuk kepengurusan administrasi di tingkat pemerintahan yang tinggi secara daring.
ADVERTISEMENT
Bila ada memerlukan surat pengantar dari kepala desa, misalnya, cukup mendaftar dan mengisi data melalui website kemudian datang ke kantor desa saat surat yang diperlukan sudah jadi. Proses secara daring dapat mengurangi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan warga desa bila memerlukan pelayanan publik dari pemerintah desa.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika telah menyediakan domain desa.id secara gratis. Namun, belum semua pemerintah desa mengetahui tentang fasilitas tersebut. Karena itu, domain desa.id perlu disosialisasikan lebih masif, agar semakin banyak desa yang memiliki situs web. Selain itu, para perangkat desa juga perlu mendapatkan pelatihan untuk mengelola website dan membuat konten yang menarik.
Salah satu pihak yang dapat berkontribusi untuk memberikan sosialisasi dan pelatihan adalah perguruan tinggi. Melalui pengabdian kepada masyarakat, sebagai salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, para akademisi dan mahasiswa dapat terlibat dalam menyosialisasikan dan memberikan pelatihan tentang pengelolaan website dan pembuatan konten.
ADVERTISEMENT
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Komunikasi dan Informatika dapat menggandeng perguruan tinggi untuk memaksimalkan penggunaan website desa sebagai sarana informasi dan pelayanan publik. Pengembangan website desa juga harus melibatkan masyarakat dan perangkat desa. Website desa harus dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Namun, pengembangan website desa memiliki tantangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketimpangan jaringan internet dan tidak semua warga desa memiliki perangkat dan kemampuan untuk mengakses pelayanan publik secara daring.
Pandemi Covid-19 memaksa masyarakat dan pemerintah untuk beradaptasi secara cepat dengan teknologi. Masyarakat, termasuk masyarakat desa, dipaksa untuk menguasai dan mengaplikasikan teknologi daring; sementara pemerintah dipaksa untuk menyediakan jaringan internet yang memadai di seluruh wilayah.
ADVERTISEMENT
Karena itu, lompatan adaptasi terhadap penggunaan teknologi yang terjadi karena pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan untuk mengembangkan website desa sebagai sarana informasi dan pelayanan publik. (*)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020