Indonesia-Australia Kerja Sama Pembibitan Sapi

Pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Australia. Dalam kerja samanya tersebut telah menghasilkan sepuluh perundingan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) yang sudah siap diimplementasikan.
Salah satu isi kerja samanya tersebut adalah pembahasan daging dan ternak sapi. Menurut Pimpinan Delegasi Indonesia Untuk IA-CEPA Deddy Saleh, kerja sama ini saat ini tengah berlangsung.
"Kegiatan pengembangan breeder itu telah dilakukan di Kalimantan Timur," kata Deddy dalam konferensi pers tentang hasil perundingan putaran ke tujuh Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement ( IA-CEPA) yang dilakukan di Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa (30/5).
Baca Juga: Perjanjian Perdagangan Bebas RI-Australia Rampung Tahun Ini

Dengan adanya kerja sama di bidang peternakan dengan pemerintahan Australia, ia mengharapkan adanya peningkatan kapasitas dalam bidang breeder atau pembibitan sapi yang diharapkan dapat bermanfaat untuk pengembangan pembibitan di Indonesia.
"Kami ingin sektor peternakan Indonesia berkembang dan arahnya ke swasembada ternak," jelasnya.
Selain itu, Deddy menyebutkan, adapun kesepakatan tersebut berupa pengkajian potensi ternak Indonesia, penyusunan tata cara penanganan ternak dari pelabuhan ke tempat penggemukan, hingga penyusunan prosedur standar operasi untuk mengembangkan industri pemotongan daging. Sehingga ia menilai Australia sudah cukup baik dalam menangani peternakan.
"Australia sudah sangat baik dalam penanganan ternak. Di sana, ternak benar-benar dibuat nyaman," tambahnya.
Deddy menyebut, untuk kerja sama dalam bidang peternakan ini didanai dari dana hibah yang dibiayai oleh Pemerintah Australia sebesar 60 juta AUD atau sekitar Rp 595 miliar (kurs Rp 9.923/AUD) dengan jangka waktu 10 tahun, hal ini guna mengembangkan sektor sapi dan daging di Indonesia.
"Sekarang udah berjalan tiga tahun sejak 2014. Kalau untuk perundingan IA-CEPA dengan Australia itu sejak tahun 2013 cuman stop waktu itu dan ada masalah. Dan baru di mulai lagi pada waktu 2016," ujarnya.
