KCJ: Keterlambatan Commuter Line Diusahakan Maksimal 7 Menit

Musim Lebaran tahun ini pengguna kereta Commuter Line Jabodetabek diperkirakan akan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, beberapa pihak jutsru mengkhawatirkan keterlambatan commuter line karena meningkatnya kereta jarak jauh.
Direktur Utama PT KAI Commuter Line Jabodetabek (KCJ) Muhammad Nurul Fadhila memastikan, pihaknya kini bisa menekan waktu keterlambatan tersebut.
"Menekan keterlambatan sekarang rata-rata 7 menit tahun ini, tahun kemarin bisa di atas 15 menit," ujar Fadhila saat konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (20/6).
[Baca Juga: Promo Lebaran, Commuter Line Jual Tiket Uang Elektronik Lebih Murah]

[Baca Juga: Penumpang Commuter Line Diprediksi Tembus 11 Juta Selama Lebaran]
Menurutnya, keterlambatan commuter line bisa ditekan karena pada tahun ini ada beberapa kebijakan yang bisa dilakukan KCJ yang sebelumnya justru tidak bisa dilakukan. Salah satunya yakni bisa mendahului kereta jarak jauh.
"Tahun sekarang kami bisa menyusul kereta antarkota kalau kereta tersebut terlambat, tahun lalu enggak bisa," jelasnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya juga terus memantau perkembangan keberangkatan dan kedatangan kereta commuter line. Sehingga waktu keterlambatan bisa lebih ditekan.
"Kami akan memonitor penumpang yang menggunakan KRL, kami akan maksimalkan dan mengurangi potensi keterlambatan di KRL nya, ini akan kami usahakan terus," tuturnya.
