Skytrain Beroperasi Tanpa Masinis
Bandara Soekarno-Hatta akan dilengkapi Automated People Mover System (APMS) yang dapat memudahkan penumpang dan wisatawan saat tiba di Bandara.
Teknologi ini berupa transportasi antar terminal berbasis kereta tanpa pengemudi (driverless) atau yang lebih dikenal dengan skytrain.
Skytrain sudah dioperasikan di negara tetangga seperti Bandara Changi, Singapura. Ini juga akan dirasakan wisatawan di Indonesia mulai Juli 2017. Pengadaan trainset skytrain beserta teknologi di dalamnya disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korea Selatan.
Baca Juga: Jadwal Keberangkatan Skytrain Bisa Dilihat Lewat
"Keretanya nanti di produksi di Korea Selatan kemudian dibawa ke sini, kereta ini sudah dipakai di beberapa bandara di luar negeri, proses pengadaannya melalui open tender," ujar Head of Corporate Secretary and Legal Angkasa Pura II Agus Haryadi saat berbincang bersama kumparan (kumparan.com) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, akhir pekan lalu.
Baca Juga: Selesai Juli 2017, Pengerjaan Skytrain Sudah 70 Persen
Skytrain ini memiliki teknologi driverless, dilengkapi pula dengan teknologi AGT (automated gateway transit) yang dapat menjamin ketepatan waktu.
"Teknologi AGT (automated gateway transit) yang akan menjamin ketepatan waktu, headway-nya sangat terukur per 5 menit setiap kedatangan," tambah Agus.
