Konten dari Pengguna

Sosiologi Ekonomi di Tengah Perubahan Gaya Hidup Digital

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dhiya Ulhaq Haniah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar: Penulis
zoom-in-whitePerbesar
Gambar: Penulis

Kalau diperhatikan, hampir semua aktivitas kita sekarang tidak bisa jauh dari internet. Bangun tidur, membuka media sosial. Ingin makan, pesan lewat aplikasi. Butuh pakaian atau barang tertentu, tinggal membuka marketplace. Bahkan untuk membayar sesuatu pun kita tidak selalu membutuhkan uang tunai. Cukup dengan smartphone, berbagai kebutuhan bisa diselesaikan dalam hitungan menit.

Bagi saya, perubahan ini bukan hanya menunjukkan bahwa teknologi semakin berkembang. Lebih dari itu, teknologi perlahan mengubah cara masyarakat menjalani kehidupan, termasuk dalam melakukan kegiatan ekonomi. Cara kita berbelanja, bekerja, mencari penghasilan, berkomunikasi dengan penjual, sampai menentukan barang yang ingin dibeli sekarang sangat dipengaruhi oleh kehidupan digital.

Di sinilah menurut saya sosiologi ekonomi menjadi menarik untuk dibahas. Sosiologi ekonomi tidak hanya melihat ekonomi dari sisi uang, keuntungan, atau transaksi, tetapi juga melihat bagaimana kegiatan ekonomi berhubungan dengan kehidupan sosial masyarakat. Ketika kehidupan masyarakat berubah karena teknologi, perilaku ekonominya pun ikut berubah.

Dari Bertemu Langsung Menjadi Bertemu Lewat Layar

Dulu, ketika ingin membeli sesuatu, kita biasanya datang langsung ke toko atau pasar. Ada interaksi antara penjual dan pembeli. Kita bisa bertanya tentang barang, menawar harga, dan melihat langsung produk yang ingin dibeli. Sekarang, proses tersebut bisa terjadi tanpa adanya pertemuan secara langsung. Kita cukup membuka marketplace, mencari barang, membaca deskripsi, melihat ulasan, kemudian melakukan pembayaran. Penjual dan pembeli mungkin tidak pernah bertemu sama sekali, tetapi transaksi tetap dapat berlangsung.

Menurut saya, perubahan ini menarik jika dilihat dari sisi hubungan sosial. Dulu, kepercayaan dalam transaksi banyak terbentuk melalui interaksi secara langsung. Sekarang, kepercayaan bisa muncul melalui rating, komentar, jumlah pembelian, foto pelanggan, bahkan jumlah pengikut sebuah akun. Misalnya, ketika ingin membeli makanan secara online, saya biasanya melihat rating dan ulasan terlebih dahulu. Jika banyak pembeli memberikan penilaian positif, rasa percaya akan muncul. Padahal, saya tidak mengenal orang-orang yang memberikan ulasan tersebut. Artinya, teknologi telah menciptakan bentuk kepercayaan baru dalam hubungan ekonomi. Interaksi sosial tetap ada, tetapi bentuknya berubah.

Gaya Hidup Digital Membentuk Perilaku Konsumsi

Menurut saya, salah satu perubahan yang paling terasa adalah cara masyarakat dalam mengonsumsi barang dan jasa. Dulu kita membeli sesuatu karena memang membutuhkannya atau karena melihat barang tersebut secara langsung. Sekarang, keinginan membeli bisa muncul hanya karena melihat sebuah konten di media sosial.

Awalnya hanya ingin melihat video, tetapi kemudian muncul rekomendasi produk. Kita melihat seseorang menggunakan barang tertentu, kemudian merasa tertarik untuk memilikinya. Belum lagi adanya promo, gratis ongkir, diskon, dan berbagai bentuk penawaran lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku konsumsi masyarakat tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan ekonomi. Lingkungan sosial digital juga mempunyai pengaruh yang cukup besar.

Apa yang sedang ramai dibicarakan bisa menjadi tren. Apa yang digunakan oleh banyak orang dapat membuat orang lain tertarik menggunakannya. Bahkan seseorang yang tidak kita kenal secara langsung dapat memengaruhi keputusan ekonomi kita melalui konten yang dibuatnya. Menurut saya, inilah salah satu contoh bahwa hubungan sosial dan ekonomi semakin sulit dipisahkan di era digital.

Media Sosial yang Berubah Menjadi Ruang Ekonomi

Media sosial awalnya mungkin hanya dianggap sebagai tempat untuk berkomunikasi dan mencari hiburan. Namun, sekarang fungsinya jauh lebih luas. Media sosial sudah menjadi tempat untuk mempromosikan produk, membangun usaha, mencari pelanggan, bahkan mendapatkan penghasilan. Banyak usaha kecil yang tidak memiliki toko fisik tetap dapat dikenal karena memanfaatkan media sosial.

Menurut saya, hal ini merupakan salah satu sisi positif dari perkembangan digital. Teknologi memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi tanpa harus memiliki modal yang terlalu besar. Seseorang bisa memulai usaha dari rumah, mempromosikan produknya melalui media sosial, menerima pesanan melalui aplikasi pesan, kemudian menggunakan jasa pengiriman untuk mengantarkan produk kepada konsumen.

Namun, di sisi lain, persaingan juga menjadi semakin terbuka. Ketika semua orang memiliki kesempatan untuk berjualan secara online, pelaku usaha harus memiliki cara agar produknya bisa diperhatikan. Akhirnya, kemampuan membuat konten, berkomunikasi dengan konsumen, mengikuti tren, dan membangun kepercayaan menjadi bagian dari strategi ekonomi.

Munculnya Cara Baru dalam Mencari Penghasilan

Perubahan gaya hidup digital juga memengaruhi dunia pekerjaan. Saat ini, kita mengenal berbagai pekerjaan yang berkembang karena teknologi, seperti content creator, digital marketer, admin media sosial, freelancer, hingga berbagai pekerjaan berbasis platform digital.

Menurut saya, fenomena ini menunjukkan bahwa perubahan sosial dan perubahan ekonomi berjalan bersama. Ketika kebiasaan masyarakat berubah, kebutuhan terhadap pekerjaan tertentu juga ikut berubah. Namun, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam menghadapi perubahan tersebut. Ada orang yang sudah terbiasa menggunakan teknologi dan mampu memanfaatkannya untuk mencari penghasilan. Tetapi ada juga yang masih kesulitan mengikuti perkembangan digital. Hal ini kemudian menimbulkan persoalan baru, yaitu kesenjangan digital. Kesenjangan tersebut bukan hanya tentang siapa yang memiliki akses internet, tetapi juga siapa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi.

Menurut saya, memiliki smartphone dan koneksi internet saja belum cukup. Masyarakat juga perlu memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi secara produktif.

Apakah Semua Orang Mendapatkan Manfaat yang Sama?

Perkembangan digital memang memberikan banyak kemudahan, tetapi menurut saya kita tidak boleh hanya melihat sisi positifnya. Teknologi memang membuat transaksi menjadi cepat, tetapi kemudahan tersebut juga dapat membuat masyarakat semakin konsumtif. Promosi yang muncul terus-menerus dapat membuat seseorang membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

Selain itu, persaingan ekonomi di ruang digital juga tidak selalu mudah. Pelaku usaha yang memiliki kemampuan membuat konten menarik atau memahami teknologi mungkin lebih mudah mendapatkan perhatian dibandingkan mereka yang belum menguasainya. Karena itu, menurut saya perkembangan ekonomi digital seharusnya tidak hanya berbicara tentang seberapa cepat teknologi berkembang. Kita juga perlu membicarakan apakah masyarakat mampu mengikuti perubahan tersebut dan mendapatkan manfaat yang adil.

Di sinilah pendidikan dan literasi digital menjadi penting. Masyarakat perlu memahami bukan hanya bagaimana menggunakan teknologi, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara bijak dalam kehidupan ekonomi.

Teknologi Berubah, Masyarakat Juga Berubah

Pada akhirnya, menurut saya perubahan gaya hidup digital tidak dapat dipisahkan dari perubahan kehidupan ekonomi masyarakat. Cara kita berbelanja berubah. Cara kita bekerja berubah. Cara kita mencari penghasilan berubah. Bahkan cara kita membangun kepercayaan dalam transaksi juga berubah.

Namun, satu hal yang menurut saya tidak boleh dilupakan adalah bahwa di balik semua teknologi tersebut tetap ada manusia. Marketplace, media sosial, aplikasi pembayaran, dan berbagai platform digital hanyalah alat. Yang menentukan bagaimana teknologi memberikan dampak tetaplah masyarakat yang menggunakannya. Karena itu, menurut saya sosiologi ekonomi di era digital menjadi penting untuk memahami perubahan tersebut. Kita tidak cukup hanya bertanya, “Seberapa canggih teknologi yang kita gunakan?” tetapi juga perlu bertanya, “Bagaimana teknologi mengubah kehidupan sosial dan ekonomi kita?” Sebab, perkembangan digital bukan hanya tentang semakin banyaknya transaksi yang terjadi melalui layar. Lebih dari itu, perkembangan digital sedang membentuk kebiasaan, pola interaksi, cara bekerja, dan gaya hidup masyarakat. Dan mungkin tanpa kita sadari, perubahan itu sudah terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari.