Revolusi Belajar Di Era AI: Ketika Guru Bukan Satu-Satunya

Mahasiswa Universitas Jember Program Studi Pendidikan Sejarah
ยทwaktu baca 5 menit
Tulisan dari Dian Ulandari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebelum hadirnya kecerdasan Articificial Intelligence (AI) sumber ilmu akademik berasal dari kelas dimana guru menjadi pusat pengetahuan dan siswa mendengarkan dengan tertib sambil mencatat. Akan tetapi, sekarang mengalami perubahan cukup dengan buka ponsel dan ketik pertanyaan di ChatGPT, Quillbot atau Gemini semua pertanyaan akan dijawab dan disertakan penjelasannya. Hal tersebut, menandakan bahwa dunia pendidikan sedang memasuki fase baru yaitu era revolusi belajar kecerdasan buatan AI.
Pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, menciptakan inovasi baru dari berbagai aspek kehidupan yang dapat memudahkan manusia dalam mengerjakan tugas sehari-harinya. Pekerjaan manusia akan lebih ringan dikerjakan karena kemudahan dalam menjalankannya. Dalam dua dekade terakhir, terknologi telah mengubah cara manusia menyerap ilmu. Jika dulu proses belajar identik dengan ruang kelas, papan tulis, dan tumpukan buku. Sekarang, belajar bisa dilakukan kapan pun dan dimana pun melalui smartphone. Berdasarkan berbagai laporan dan survei, penggunaan teknologi berbasis AI di Indonesia mengalami peningkatan pesat, baik kalangan individu maupun perusahaan. Sebagai contoh penggunaan AI di kalangan pelajar, berasarkan survei dari Tirto dan Jakpat pada akhir 2024 menunjukkan 87% pelajar Indonesia memanfaatkan AI untuk membantu kegiatan belajar mereka seperti mencari referensi dalam mengerjakan tugas sekolah.

Teknologi Articificial Intelligence (AI) menjadi bintang utama dalam revolusi ini. Jika dulu siswa akan bertanya perihal mata pelajaran yang kurang dipahami kepada guru, berbeda dengan sekarang mereka akan langsung bertanya melalui aplikasi AI. Contohnya aplikasi belajar Khanmigo dimana membantu mengerjakan soal matematika lengkap dengan penjelasan langkah demi langkah sehingga mudah dipahami.
Dalam hal ini, Articificial Intelligence (AI) memberikan inovasi pada revolusi belajar yang dapat menawarkan solusi untuk membantu dalam bidang pendidikan. Hadirnya AI dapat meningkatkan proses pengajaran agar lebih efektif dan efesien, dengan algoritma yang ada pada AI guru dapat menganalisis kebutuhan yang sesuai dengan gaya belajar siswa. Dengan begitu, akan tercipta suasana kelas yang sesuai pembelajaran siswa yang dipersonalisasi dengan teknologi. AI hadir untuk membantu dan memfasilitasi dalam proses pembelajaran sebagai alternatif yang dapat mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang akan didominasi oleh teknologi.
Perkembangan teknologi melalui kecerdasan AI ini banyak diterapkan dan dimanfaatkan karena memiliki keunggulan melakukan perkerjaan selayaknya manusia. Kehadiran AI diharapkan bukan hanya dapat membantu pekerjaan manusia sehari-hari, namun pekerjaan yang lebih kompleks juga. Dalam hal ini juga berlaku pada dunia pendidikan yang masih ada beberapa kendala dalam kurangnya jumlah pendidik sedengkan jumlah peserta didik yang lebih banyak, sehingga tidak jarang tenaga pendidik mengalami kesulitan dalam mendata jumlah siswa, menganalisis nilai, data atau sebagainya yang bersangkutan dengan siswa. Disinilah kecerdasan AI hadir untuk membantu tenaga pendidik agar lebih mudah mengkoordinasi dengan cepat, tepat dan akurat. Tidak hanya itu, AI dapat membantu dalam meningkatkan kinerja belajar dengan pemberian informasi yang tepat dengan waktu yang terjadwal dan menentukan bahan materi yang sesuai dengan kebutuhan siswa.
Berikut adalah beberapa peluang dalam dunia pendidikan dengan hadirnya Articificial Intelligence (AI) yaitu:
1. Dalam proses pembelajaran, AI memberikan peluang sebagai pemberi umpan balik yang efektif, sehinggan dapat membantu sejauh mana siswa memahami materi, memberikan evaluasi terhadap hal-hal yang perlu diperbaiki sehinggan bahan ajar selanjutnya lebih efektif;
2. AI mempunyai sistem algoritma pembelajaran melalui pembelajaran mesin, sehingga latihan dan tugas siswa diproses real time dapat diketahui dimana letak kesalahannya, tingkat pemahaman terhadap materi serta pemberian umpan balik yang akurat;
3. Membantu guru dalam memahami keseluruhan siswa yang ada di kelas, adanya AI dapat menganalisis dan memberikan penilaian yang objektif pada setiap siswa dengan tepat;
4. Memberikan umpan balik yang bervariasi yaitu menyediakan penggabungan penjelas secara visual, audio maupun interaktif. Dengan begitu, gaya belajar siswa yang beragam dapat diketahui dan bisa dilakukan perbaikan proses belajar mengajar selanjutnya;
5. AI memiliki peluang dalam meningkatkan efektivitas pengajaran secara signifikan dalam kegiatan belajar mengajar yang dilakukan disekolah. Melalui pemahaman karakteristik siswa dan analisis data-data penilaian siswa dapat mengoptimalkan kegiatan pengajaran yang akan dilaksanakan melalui strategi-strategi pembelajaran yang dapat dirancang sesuai kebutuhan siswa serta memberikan solusi penyediaan instrumen pembelajaran berupa bahan ajar, media pembelajaran atau tugas-tugas yang relevan dengan kondisi siswa. Dengan melalui AI dapat membantu guru dalam memaksimalkan proses pengajaran agar dapat mencapai hasil pembelajaran dari siswa yag lebih baik lagi.
Meskipun banyak memberi manfaat, pembelajaran berbasis AI juga punya tantangan besar. Salah satunya yaitu kecenderungan belajar instan, kebanyakan siswa menggunakan AI untuk mencari jawaban cepat tanpa memahami proses berpikir dibaliknya. Selain itu, muncul masalah validitas data dan privasi pengguna, AI pintar tetapi tidak selalu benar. Jika siswa bergantung tanpa berpikir kritis, mereka akan salah paham terhadap teknologi informasi yang disajikan. Oleh karena itu, literasi perlu diajarkan bukan hanya mencari jawaban tetapi juga cara memverifikasi kebenarannya.
Perubahan sistem pembelajaran antara guru dan murid dengan adanya Articificial Intelligence (AI) ini juga perlu menyeimbangkan serta menyesuaikan pemanfaatan teknologi dengan sebaik mungkin. Adanya AI harus sejalan dengan tujuan awal terbentuknya yakni meringankan beban atau pekerjaan manusia bukan untuk menggeser peran guru dalam pendidikan yang telah ada dan berjalan semestinya.
Pada intinya revolusi belajar di era Articificial Intelligence (AI) bukan sekedar teknologi, tapi tentang cara baru memahami ilmu pengetahuan. Guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu tetapi akan tetap menjadi jiwa dari proses belajar itu sendiri. Saat ini, kita hidup di masa manusia dan mesin bisa belajar bersama. Dan mungkin, masa depan pendidikan bukanlah tentang menggantikan siapa pun, melainkan menemukan keseimbangan antara kecerdasan buatan dan kebijaksanaan manusia.
