Menikmati Keindahan Panorama Alam di Taman Langit

Mahasiswa Sastra Arab Universitas Padjadjaran
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dimas Reyhandika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Akhir-akhir ini tugas dan tanggung jawab pekerjaan sudah seperti teman kita sehari-hari. Tiada hari yang dilewati tanpa bercengkrama dengan tugas. Lelah memang rasanya meskipun bekerja dari rumah. Jika segala urusan telah selesai, ingin sekali rasanya melambaikan tangan sejenak kepada tugas dan melakukan perjalanan wisata ke suatu tempat yang asri di mana kita bisa menyegarkan kembali pikiran.
Seorang teman mengabarkan bahwa ada suatu tempat berkemah yang sangat cocok untuk melepas penat. Lokasinya juga tidak jauh dari pusat Kota Bandung. Tanpa pikir panjang, rencana berkemah pun ditentukan.
Saat akhir pekan tiba, perjalanan yang menyenangkan dimulai. Saya pergi menggunakan mobil bersama kawan agar dapat saling bercengkrama selama perjalanan. Petualangan pun dimulai dengan melewati gerbang Tol Buah Batu menuju gerbang Tol Saroja. Sepanjang jalan menuju lokasi tujuan, kita akan disuguhkan dengan hijaunya pemandangan perkebunan teh yang membentang luas.
Setelah dua jam perjalanan, kami singgah sejenak di suatu tempat untuk beristirahat dan mengisi perut. Rest Area bernama Teras Malabar tersebut cukup nyaman karena fasilitasnya yang cukup lengkap mulai dari restoran, masjid, kamar mandi yang nyaman hingga tempat ngopi. Tak hanya itu, di tempat ini juga ada penangkaran rusa yang lucu dan menjadi daya tarik tersendiri.
Kemudian kami pun melanjutkan perjalanan yang hanya tinggal beberapa menit lagi. Saat mendekati tempat tujuan, akses jalannya memang agak sempit namun tak perlu khawatir karena ada petugas yang mengarahkan agar pengunjung tetap bisa berlalu-lalang dengan kondusif.
Sampailah kami di sana dengan disambut oleh indahnya langit senja. Tempat parkirnya juga luas sehingga kita tidak perlu khawatir akan kehabisan tempat. Tak hanya itu, jajanan warung, tempat ibadah serta kamar mandi yang bersih juga tersedia di sini.
Untuk sampai ke lokasi utama wisata, kita akan berjalan kaki di atas jembatan kayu unik yang berada di atas perkebunan teh. Tak heran banyak pula yang menjadikan jembatan ini sebagai tempat untuk berfoto. Jika ingin menghemat energi, naik ojek atau mengendarai sepeda motor juga boleh jadi pilihan agar sampai lebih cepat.
Setibanya di venue utama, jangan lupa untuk berfoto terlebih dahulu sambil menikmati jingganya langit sore menjelang malam. Tanpa berlama-lama, kami pun mulai membangun tenda. Setelah tenda berdiri, tiba waktunya untuk menikmati api unggun sambil memasak. Meskipun seadanya, makanan biasa pun terasa sangat nikmat jika didukung dengan suasana alam dan hangatnya kebersamaan dengan sahabat.
Untuk mengembalikan tenaga, kami pun tidur sejenak karena pukul tiga pagi kami akan menyapa keindahan bintang-bintang yang menghiasi langit. Memotret indahnya hiasan langit malam juga termasuk ke dalam agenda wisata kami. Pemotretan sebaiknya dilakukan dengan kamera mode malam agar hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan. Beruntung saat itu kami memiliki seorang teman yang punya teknik untuk mengambil gambar taman langit di malam hari.
Tak cukup sampai di situ, segelas kopi panas dan sapaan hangat dari matahari terbit akan melengkapi indahnya pagi hari. Tempat ini benar-benar menjadi paket lengkap untukmu yang ingin self healing dari berbagai penatnya beban kehidupan dan dunia kerja.
Tempat ini bernama Taman Langit Pangalengan 360 yang berlokasi di Kp. Puncak Mulya, Jl. Cukul, Sukaluyu, Pangalengan, Bandung Barat, Jawa Barat, Indonesia, 40378 Kabupaten Bandung. Jaraknya sekitar 60 km dari pusat Kota Bandung. Wisata ini buka selama 24 jam. Dengan harga tiket Rp 10.000-Rp 20.000, semua fasilitas di sini sudah dapat dinikmati. Adapun jika ingin berkemah, maka cukup membayar Rp 25.000/orang, tetapi disarankan agar melakukan reservasi terlebih dahulu dikarenakan kuota yang terbatas. Wisata alam di tempat ini sangat direkomendasikan untukmu yang merencanakan liburan bernuansa alam.
