Pentingnya Financial Planning bagi Mahasiswa Sejak Dini

Mahasiswa prodi S1 Manajemen - Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dita Ariani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jujur saja, masa-masa awal jadi mahasiswa sering bikin kita kaget. Untuk pertama kalinya, banyak dari kita yang memegang kendali penuh atas uang sendiri. Rasanya bebas banget, kan? Tapi di balik kebebasan itu, ada godaan besar yang mengintai. Baru awal bulan terasa kaya raya, begitu masuk pertengahan bulan, kepala langsung pusing melihat saldo rekening yang mendadak menipis.
Kejadian seperti ini rasanya hampir pernah dialami semua anak kos atau mahasiswa. Kita sering terjebak anggapan bahwa financial planning atau perencanaan keuangan itu cuma urusan orang tua atau pekerja kantoran berpenghasilan tinggi. Padahal, justru saat di bangku kuliah inilah momen paling krusial buat kita belajar mengelola uang.
Pengalamanku dan beberapa teman di kampus membuktikan satu hal: masalah keuangan mahasiswa itu jarang sekali karena uang sakunya kurang, melainkan karena kita belum tahu cara mengendalikannya.
Di era sekarang, godaan untuk bersikap konsumtif itu ada di mana-mana. Buka media sosial sebentar saja, langsung kena gempuran racun skincare, tempat nongkrong estetik, sampai kemudahan fitur Buy Now Pay Later yang bikin kita gampang khilaf. Tanpa sadar, pengeluaran-pengeluaran kecil buat kopi kekinian atau jajanan sore justru jadi "pelubang" utama dompet kita.
Merencanakan keuangan saat kuliah sebenarnya sama sekali tidak bertujuan untuk membatasi kebahagiaan kita di masa muda. Kita tetap boleh kok nongkrong atau menyalurkan hobi. Bedanya, sekarang kita belajar memegang kendali, bukan malah dikendalikan oleh keinginan sesaat.
Salah satu cara sederhana yang sangat membantu adalah membagi alokasi uang sejak awal bulan. Rumus sederhanya cukup bagi jadi tiga pos: separuh untuk kebutuhan wajib seperti makan dan kos, sebagian kecil untuk hiburan, dan sisanya wajib disisihkan untuk tabungan. Kuncinya ada di kata disisihkan, bukan menyisakan uang di akhir bulan, karena biasanya di akhir bulan uangnya sudah menguap entah ke mana.
Selain itu, menyiapkan dana darurat skala mahasiswa juga tidak kalah penting. Kita tidak pernah tahu kapan laptop mendadak rusak atau butuh berobat saat sakit. Punya simpanan kecil-kecilan bikin kita jauh lebih tenang dan tidak perlu panik mendadak harus merepotkan orang tua.
Pada akhirnya, belajar melek finansial saat kuliah adalah tentang membentuk kebiasaan. Nominal uang yang kita kelola saat ini mungkin belum seberapa dibanding nanti kalau sudah bekerja. Tapi kalau dari sekarang kita sudah terbiasa disiplin dan tahu prioritas, kita sedang menyiapkan fondasi yang kuat buat masa depan diri sendiri.
