Sekolah Ternak Dompet Dhuafa, Ajak Peternak Hadapi Perubahan Industri Peternakan

Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dompet Dhuafa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
BANTUL, YOGYAKARTA– Kondisi peternakan yang mengalami perubahan dari tahun ke tahun menuntut peternak untuk menyiapkan strategi yang tepat agar mampu bertahan dan mengembangkan usahanya. Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang Dompet Dhuafa Yogyakarta melalui Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta kembali menggelar Sekolah Ternak Batch 4 dengan tema “Beternak Kambing di Era Sekarang”. Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari kalangan peternak lokal dan masyarakat umum yang tertarik dengan peternakan domba tersebut berlangsung di DD Farm Pundong, Bantul, Minggu (27/9/2026).
Sekolah Ternak merupakan agenda rutin tahunan Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta yang menjadi ruang belajar bagi masyarakat untuk mengenal dan mengembangkan usaha peternakan, sekaligus memperluas jejaring antarpelaku peternakan.

Manajer Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta, Satya Jati, mengatakan perubahan kondisi peternakan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Sekolah Ternak Batch 4. Menurutnya, kondisi tersebut membuat peternak perlu memiliki strategi yang tepat agar dapat bertahan dan mengembangkan usaha.
peternak perlu memiliki strategi yang tepat agar dapat bertahan dan mengembangkan usaha.
“Kondisi peternakan yang sedang mengalami anomali dibanding tahun-tahun sebelumnya membuat peternak harus membuat strategi yang tepat agar bisa bertahan dan tetap beternak. Karena itu, Sekolah Ternak menjadi ruang untuk berbagi ilmu kepada peternak maupun masyarakat yang ingin beternak kambing dan domba, sekaligus membangun jejaring antarpelaku peternakan yang berlandaskan pada kesejahteraan peternak,” ujar Satya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang memiliki pengalaman di bidang peternakan, yakni Taufik Mawaddani, pemilik Merapi Farm, Ketua Petani Milenial Sleman, sekaligus Ketua Koperasi PPKDY, serta Satya Jati, Manajer Dompet Dhuafa Farm Yogyakarta dan BRILiaN Farm Yogyakarta.
Pembelajaran berlangsung interaktif melalui pemaparan materi dan diskusi mengenai berbagai persoalan yang dihadapi peternak. Peserta aktif mengajukan pertanyaan dan membahas sejumlah studi kasus yang berkaitan dengan kondisi peternakan di lapangan.
Selain sesi kelas, peserta juga mengikuti kunjungan kandang di DD Farm Pundong. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati area pembiakan (breeding) dan penggemukan (fattening), serta melihat secara langsung aktivitas pekerja kandang, mulai dari pencampuran pakan, desain kandang, hingga formulasi pakan yang digunakan.
Salah satu peserta, Bayu, peternak lokal dari Imogiri, Bantul, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan baru sekaligus memperluas jejaring dengan sesama peternak.
“Saya sangat senang bisa mendapatkan ilmu baru tentang peternakan domba sekaligus memperluas jaringan dengan sesama peternak. Harapannya, Sekolah Ternak dapat kembali diadakan setiap tahun agar pengetahuan yang diperoleh semakin mutakhir dan jejaring peternak semakin luas,” ujar Bayu.
Melalui kegiatan ini, Dompet Dhuafa Yogyakarta berharap semakin banyak peternak dan calon peternak memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola usaha peternakan dengan lebih baik serta memperoleh hasil usaha yang optimal. Ke depan, Sekolah Ternak diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga manfaat pembelajaran dan jejaring yang terbentuk dapat menjangkau masyarakat luas. (DDY)*
