Hand-Only CPR: Teknik Sepele yang Bisa Selamatkan Nyawa Saat Main di Pantai

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Donny Nurhamsyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Liburan ke pantai seperti Pangandaran memang menyenangkan, berenang, bermain wisata air, atau sekadar duduk menikmati senja. Tapi tahukah Anda bahwa kejadian darurat bisa terjadi kapan saja? Tenggelam, serangan jantung, atau bahkan tersedak bisa terjadi secara tiba-tiba, dan jika tak ada yang segera menolong, nyawa bisa melayang hanya dalam hitungan menit.
Menurut Donny Nurhamsyah, Dosen Keperawatan Gawat Darurat dari Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran, wisatawan tidak perlu jadi tenaga kesehatan untuk bisa menyelamatkan nyawa orang lain. Yang penting tahu hal paling dasar: minta bantuan dan lakukan CPR sederhana (Hand-Only CPR).
Kalau melihat orang tiba-tiba pingsan, tidak sadarkan diri, atau tidak bernapas, cukup ingat dua langkah penting: Panggil Bantuan dan Tekan Dada,” jelas Donny.
1. Cara Meminta Bantuan yang Benar:
Panggil orang sekitar untuk bantu. Jangan panik sendirian.
Tunjuk langsung satu orang dan katakan, “Tolong panggil 119 sekarang!” agar jelas siapa yang bertugas.
Jika sinyal lemah, cari lifeguard atau petugas pantai terdekat.
Bila bisa, kirim lokasi GPS ke ambulans atau beri tanda visual yang mencolok.
Banyak orang bingung saat darurat. Padahal meminta bantuan yang cepat dan jelas adalah setengah dari upaya penyelamatan,” ujar Donny.
2. Hand-Only CPR: Cukup Tekan Dada, Tanpa Napas Buatan
Bagi orang awam yang belum terlatih, Hand-Only CPR atau CPR tanpa napas buatan adalah metode paling mudah dan efektif.
Langkahnya sangat sederhana:
Pastikan korban tidak sadarkan diri dan tidak bernapas.
Letakkan kedua tangan Anda di tengah dada korban.
Tekan kuat dan cepat, sekitar 100–120 kali per menit (ikuti irama lagu Stayin’ Alive atau yang penting Anda melakukan penekanan pada dada korban).
Jangan berhenti hingga bantuan datang atau korban mulai bergerak atau Anda sebagai penolong kelelahan.
Tidak perlu napas dari mulut ke mulut. Cukup tekan dada terus-menerus. Itu sudah sangat membantu menjaga aliran darah ke otak dan jantung,” tambahnya.
Kenapa Ini Penting Saat Wisata?
Di lokasi wisata seperti Pangandaran, akses ke rumah sakit atau tenaga kesehatan tidak selalu cepat. Maka, tindakan cepat dari orang awam bisa menjadi penentu hidup atau tidaknya korban.
Banyak orang bilang takut salah. Padahal, yang salah itu justru kalau kita tidak melakukan apa-apa, tegas Donny.
Untuk itu, Donny sudah secara berkelanjutan melakukan kegiatan promosi kesehatan terkait penanganan kegawatdaruratan di Pangandaran melalui kegiatan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat dan penelitian. Donny juga mengembangkan sistem informasi geografis untuk mendorong adanya edukasi CPR sederhana di kawasan wisata yang berkelanjutan. Kegiatan pelatihan penanganan kegawatdaruratan kepada pengelola wisata seperti Balawista, Pengusaha ATV, Pedagang, dan masyarakat rutin dilakukan.
