Konten dari Pengguna

Nadiem Makarim: Visioner Pendidikan Indonesia

Virda Umam

Virda Umam

Mahasiswi Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Virda Umam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Sumber: Humas Kemendikbud)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim (Sumber: Humas Kemendikbud)

Dari ranah bisnis hingga pemerintah, sosok ini memiliki tekad yang tidak mengenal batas.

Nama Nadiem Makarim tentunya sudah tidak asing bagi warga seantero Indonesia. Perintis serta mantan Direktur Utama Gojek ini beralih gelar ketika diangkat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden RI Joko Widodo. Terbaru ini, Nadiem menjadi salah satu nama yang turut disebut dalam reshuffle jilid dua Kabinet Indonesia Maju untuk dilantik menjadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi pada bulan Mei lalu.

Meskipun memulai dan menekuni karier dalam dunia bisnis, latar belakang Nadiem justru menjadi modal baginya ketika pertama diangkat sebagai Mendikbud. Keahlian serta pengalaman beliau dalam bidang teknologi diyakini oleh Presiden Joko Widodo sebagai sebuah aset dalam mencapai pemerataan pendidikan bagi seluruh wilayah Indonesia.

Kepemimpinan seseorang tentunya tidak terlepas dari kompetensi yang dimiliki olehnya. Begitu pula dengan Nadiem Makarim sebagai seorang menteri.

Nadiem adalah sosok yang bertalenta dengan beragam keahlian, baik dari segi konseptual, teknis, maupun interpersonal. Nadiem memiliki latar belakang yang kental dengan bisnis, baik dari segi pendidikan maupun pengalaman bekerja. Lulusan Harvard Business School ini menjadi ahli dalam sejumlah nama bisnis besar, dan mempunyai bekal mengenai kepemimpinan dan cara berkolaborasi. Kemudian keterampilan teknis Nadiem, terutama dalam bidang teknologi, tidak diragukan unggulnya. Gagasan mengintegrasikan teknologi dalam manajemen kependidikan dipercaya kelak menjadi terobosan bagi dunia pendidikan Indonesia. Adapun dari segi kepribadian, Nadiem sebagai pemimpin memiliki sifat yang terbuka dan komunikatif. Beliau juga berorientasi pada prinsip melayani, yang ditunjukkan pada tujuannya menjabat sebagai menteri.

Pergeseran antara dunia bisnis dan korporat dengan ranah pemerintah tidak membuat Nadiem goyah dalam mempertahankan ambisi dan idealismenya. Tekad memimpin beliau sebagai menteri terwujud dalam upayanya mereformasi sistem pendidikan di Indonesia. Kepemimpinan visioner Nadiem Makarim memajukan pendidikan Indonesia, sesuai dengan langkah mengembangkan visi (Yukl, 2013) bisa diuraikan menjadi enam tahap berikut:

  1. Melibatkan para stakeholder penting. Realisasi dari visi berskala besar tentunya membutuhkan kerja sama dan kontribusi dari berbagai pihak. Dalam mereformasi pendidikan Indonesia, Nadiem selaku menteri mampu menggandeng keseluruhan institusi pendidikan di Indonesia serta perangkat pemerintah yang terkait dalam rangka membangun kerja sama yang optimal.

  2. Mengidentifikasi nilai dan cita-cita bersama. Sebagai sosok yang berprinsip pada pelayanan, tujuan yang ingin dicapai Nadiem selaku Mendikbud adalah mempercepat pemerataan pendidikan untuk seluruh wilayah Indonesia serta pengembangan kualitas SDM. Cita-cita ini diturunkan melalui inovasi dan pembaharuan dalam kurikulum serta berbagai program kependidikan maupun ilmiah.

  3. Mengidentifikasi sasaran strategis dengan daya tarik yang luas. Sasaran transformasi pendidikan ini harus mampu menarik minat para pelajar maupun tenaga kependidikan untuk berpartisipasi dalamnya. Mengambil contoh program cetusan Nadiem, Kampus Merdeka, yang mendapat respons positif karena memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk belajar di luar penjurusan masing-masing melalui pertukaran pelajar, kegiatan kemanusiaan, magang, dan berbagai aktivitas lainnya. sehingga pembelajaran lebih leluasa dan tidak terbatas pada ruang kelas saja.

  4. Mengidentifikasi elemen-elemen relevan dalam periode sebelumnya. Kurikulum yang diterapkan pada era-era sebelumnya memang sudah diarahkan kepada penguatan akademis maupun pengembangan karakter. Namun, Nadiem menilai bahwa eksekusinya kurang berhasil, sehingga beliau bertekad mentransformasi sistem pendidikan tersebut. Nadiem juga ingin para pelajar mampu berpikir secara matematis dan menguatkan kemampuan literasi, berkaca pada stagnasi nilai PISA Indonesia selama 10-15 tahun terakhir. Oleh karena itu, beliau menginginkan kegiatan pembelajaran bersifat holistik, dan tidak menitikberatkan satu aspek semata.

  5. Menghubungkan visi dengan kompetensi. Realisasi inovasi Nadiem ditargetkan melalui pengembangan kompetensi 6C, yakni creativity, collaboration, communication, critical thinking, computational logic, dan compassion. Keenam kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai-nilai yang menyongsong masa depan pendidikan bangsa, dan bukan hanya diperuntukkan bagi pelajar, namun juga bagi pengajar dan para pemimpin kependidikan lainnya.

  6. Menilai dan memurnikan visi secara terus-menerus. Sebuah visi yang direalisasikan tentunya butuh evaluasi secara berkala. Sebagai gerakan baru, masih dibutuhkan waktu dan upaya besar bagi institusi pendidikan untuk mengadopsi sistem baru ini. Nadiem pun tidak menutupi diri dari beragam kritik dan saran terhadap kinerjanya sebagai Mendikbud, demi mencapai hasil reformasi pendidikan yang menyeluruh.

Meskipun waktu menjabat beliau belum lama, Nadiem pun menghadapi berbagai rintangan sebagai menteri, mengingat sulitnya membawa perubahan bagi pendidikan dari Sabang hingga Merauke. Posisinya sebagai Mendikbud-Ristek kini menjadi tantangan baru atas kapabilitasnya sebagai seorang pemimpin, terutama dalam ranah yang relatif baru baginya. Di luar kesulitan yang dihadapi bersama, Nadiem tetap menggenggam harapan besar bagi kemajuan pendidikan Indonesia demi generasi mendatang.

Referensi:

  • KompasTV. (2019). Alasan Jokowi Pilih Nadiem Makarim sebagai Mendikbud. https://youtu.be/hMrWAGL0qOc

  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2019). Menteri Nadiem Makarim berbicara tentang Kepemimpinan Sekolah. https://youtu.be/bH1pHeeyuPw

  • Harususilo, Y. E. (2020). Rendah di PISA 2018, Nadiem Makarim Siapkan 5 Strategi Ini. Kompas.com. https://www.kompas.com/edu/read/2020/04/03/164257471/rendah-di-pisa-2018-nadiem-makarim-siapkan-5-strategi-ini?page=all.

  • Mata Najwa. (2019). Nadiem Makarim: Jadi Menteri untuk Melayani Bukan Cari Uang. https://youtu.be/4XREvpZ0Rz8

  • Yukl, G. A. (2013). Leadership in Organizations 8th Edition. Pearson.