Edisi Hari Pramuka Sedunia: Hantu dan Kesopanan

INGAT!! Di dunia ini kita tidak pernah sendirian....
Tulisan dari Dukun Millenial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berhubung hari ini merupakan hari pramuka sedunia, gue akan menceritakan kisah horror yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan pramuka.
Gue masih ingat dulu salah satu temen gue, sebut saja Andre, pernah bercerita tentang pengalaman SMA-nya melihat penampakan astral. Kejadian itu, sebut Andre, terjadi ketika ia sedang menjadi panitia pelantikan ‘penegak bantara’ (tingkatan ketiga dari stratifikasi pangkat dalam organisasi pramuka) adek-adek kelasnya.
Pelantikan kenaikan pangkat pramuka di sekolah Andre tidak dilakukan di dalam ruangan dalam suasana yang hangat dan nyaman, tapi justru selalu dilakukan di tengah-tengah kuburan pada malam hari setelah melakukan safari malam melewati hutan-hutan menuju kuburan tersebut. Safari malam itu biasanya dimulai tepat pukul 00.00, dimana para peserta berjalan sendiri-sendiri secara bergantian dengan hanya berbekal lilin-lilin yang dipasang oleh panitia sebagai penanda jalur safari malam tersebut.
Saat itu Andre selaku panitia bertugas sebagai ‘sapu jagad’, yaitu sebagai divisi yang memasang lilin-lilin di sepanjang jalur safari malam dan melakukan survey terus menerus terhadap keadaan jalur tersebut selama pelantikan berlangsung. Sebagai ‘sapu jagad’ Andre ditemani oleh 2 orang lainnya. Berbekal lampu senter kecil dan konsumsi seadanya, ia dkk memulai ekspedisinya pada pukul 21.30.
“karena medan basah kami memutuskan untuk menetapkan jalur safari yang pendek, dimana semua peserta nanti akan berhenti di suatu pekuburan keramat di atas bukit," jelas Andre.
Ekspedisi Andre dkk berjalan dengan aman, dan mereka pun sampai di lokasi pekuburan keramat. Sesampainya di pekuburan tersebut, hawa aneh langsung menghantam mereka. Bau-bau tak sedap seperti bangkai mulai menghinggapi hidung mereka. Andre dkk yang semula merasa baik-baik saja pun kini mulai merasa was-was dan gelisah.
Mereka bertiga tidak saling menyapa dan hanya berpura-pura fokus pada survey lokasi. Sampai suatu ketika sebuah makhluk berkaki empat, seperti babi, namun berwarna putih bersinar melesat melewati mereka bertiga. Melihat makhluk tersebut, serentak Andre dkk turun dari lokasi pekuburan keramat tersebut.
Masih dalam kondisi ketakutan, salah satu teman Andre teringat bahwa mereka memasuki lokasi pekuburan keramat itu begitu saja tanpa meminta izin dari ‘kuncen’-nya. Sadar bahwa mereka lupa meminta izin, akhirnya mereka mendatangi rumah ‘kuncen’ pekuburan tersebut.
Pada sang kuncen Andre dkk meminta izin untuk menggunakan pekuburan keramat sebagai lokasi pelantikan, dan menceritakan kejadian yang baru saja menimpa mereka. Mendengar cerita mereka, sang kuncen hanya senyum. Kepada mereka, sang kuncen menjelaskan bagaimana para penghuni pekuburan keramat tidak senang dengan tamu tak diundang.
“Sama halnya seperti kita, mereka (para makhluk halus) memiliki tata-krama. Ada adab dan kesopanannya jika hendak memasuki tempat yang mereka huni, dengan begitu kita menunjukan bahwa kita menghormati keberadaan mereka," jelas sang kuncen.
Benar saja, setelah mereka meminta izin, hawa di daerah pekuburan itu menjadi berubah. Kini semua terasa baik-baik saja. Pada akhirnya, pelantikan pun dilakukan dengan aman dan semua kembali dengan selamat sentosa.
