2 Cara Cek Plagiat Jurnal PPG dengan Hasil Akurat
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengetahui cara cek plagiat jurnal PPG (Pendidikan Profesi Guru) penting dilakukan. Hal ini berkaitan dengan keaslian dan keotentikan sebuah karya ilmiah yang menjadi etika penting dalam dunia pendidikan.
Dikutip dari Menulis Itu Mudah; Panduan Praktis Menjadi Penulis Handal, Sukino (2012,137), setiap data dan karya yang tertuang dalam sebuah jurnal dan terindikasi plagiat bisa menurunkan kredibilitas penulis. Bahkan dampaknya, karya tulis akan ditolak dan tidak bisa diterbitkan.
Dalam era saat ini, banyak sekali tools yang bisa melihat keaslian sebuah karya. Namun, dengan memilih alat cek plagiat yang kredibel dan diakui, maka besar kemungkinan hasilnya pun juga akan berkualitas.
2 Cara Cek Plagiat Jurnal PPG Menggunakan Alat yang Berkualitas
Pemilihan alat cek plagiat jurnal PPG haruslah tepat. Ada beberapa aplikasi yang menjadi rekomendasi seperti Turnitin dan Plagscan yang memang telah diakui di dunia pendidikan. Berikut ini cara penggunaan alat cek plagiat tersebut.
1. Turnitin
Turnitin menjadi salah satu dari banyaknya alat pendeteksi plagiat yang sering digunakan di dunia akademik. Hasilnya yang mendekati sempurna dapat memastikan keaslian sebuah karya tulis, berikut cara menggunakannya.
Pastikan memiliki akses turnitin yang biasanya diberikan oleh instansi pendidikan, LPTK, hingga lembaga penyelenggara PPG.
Gunakan format .docx, .pdf, atau .rtf. pada dokumen yang akan dicek. Pastikan saat melakukan checking draft karya tulis sudah final mulai dari judul, isi, daftar pustaka, tabel, dan gambar.
Masuk ke turnitin.com, lalu gunakan usename dan password yang telah terdaftar. Ada pilihan kelas/judul tugas, lalu sesuaikan dengan yang akan dicek “PPG jurnal plagiarisme”.
Unggah naskah dengan klik submit pada kelas atau folder yang tersedia. Tunggu dokumen terunggah dengan sempurna.
Turnitin secara otomatis akan memeriksa setiap dokumen yang telah terunggah dan berbagai sumber referensi. Waktu pengerjaan tergantung seberapa banyak jumlah halaman pada dokumen.
Selanjutnya klik laporan persentase kemiripan untuk melihat seberapa besar indikasi plagiarisme. Jika teks berwarna merah, pertanda ada indikasi plagiat.
Umumnya, karya tulis yang akan dipublish di jurnal tidak lebih dari 20% kemiripan.
2. Plagscan
Plagscan juga menjadi alat pendeteksi plagiat yang sering digunakan oleh sekolah hingga perguruan tinggi. Meski jangkauan jurnal internasional tidak seluas Turnitin, tetapi plagscan lebih sederhana cara penggunaannya, berikut ini langkah-langkahnya.
Pertama buka situs plagscan.com, dan buat akun secara gratis. Jika sudah, login menggunakan akun yang telah terdaftar.
Simpan dokumen yang akan dicek dengan format .docx atau .pdf. Lalu pastikan juga draft telah final, seperti judul, isi, daftar pustaka, gambar, tabel, dan sebagainya.
Lalu unggah dokumen yang akan dicek dan tunggu beberapa waktu untuk secara otomatis dokumen akan dianalisa.
Setelah selesai analisa, ada terlihat persentase kemiripan yang bisa langsung dilihat sumber aslinya.
Pada poin yang diindikasi plagiat, bisa diparafrase atau dituliskan sumber secara lengkap sesuai dengan kaidah kepenulisan.
Batas minimal kemiripans ebuah dokumen ayng dapat ditoleransi tidak lebih dari 20%.
Baca Juga: Jenjang Karir PPPK, Peluang Berkarier sebagai Aparatur Sipil Negara
Itulah 2 cara cek plagiat jurnal PPG yang secara masih digunakan di berbagai lembaga PPG, instansi pendidikan, hingga non formal. Meski tidak 100% akurat, namun dalam riwayatnya telah terbukti bisa membuktikan keaslian sebuah karya tulis. (EvE)