Konten dari Pengguna

4 Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman yang Baik

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Dylan Gillis
zoom-in-whitePerbesar
Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Dylan Gillis

Memutuskan untuk mengundurkan diri atau resign dari pekerjaan yang sedang dijalani merupakan salah satu langkah besar. Jika resign karena masalah lingkungan kerja, maka harus mengetahui cara menyampaikan alasan resign kerja karena tidak nyaman yang baik.

Lingkungan merupakan salah satu yang memengaruhi kenyamanan dalam bekerja. Lingkungan juga mendukung produktivitas dan kinerja seorang karyawan, sehingga menjadi salah satu alasan banyak karyawan memutuskan untuk resign atau bertahan di suatu perusahaan.

Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman yang Baik untuk Referensi

Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman. Foto Hanya Ilustrasi, Bukan Sebenarnya. Sumber Foto: Unsplash.com/Priscilla Du Preez 🇨🇦

Dikutip dari buku Resign or Die, Ninda Ratnasari, (2017), resign merupakan tindakan mengundurkan diri dari pekerjaan atau jabatan di perusahaan. Keputusan untuk mengundurkan diri bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor.

Misalnya, karena merasa bahwa kompensasi yang diberikan perusahaan tidak sesuai dengan beban kerja yang diberikan. Alasan lainnya juga dikarenakan lingkungan kerja yang tidak nyaman dan tidak mendukung untuk bekerja.

Jika karena masalah lingkungan, maka sebelum memutuskan untuk resign, wajib mengetahui cara menyampaikan alasan resign kerja karena tidak nyaman dengan lingkungan dengan baik.

1. Pilih Waktu yang Tepat

Salah satu hal yang perlu diperhatikan ketika ingin menyampaikan keputusan resign adalah waktu. Pilih waktu yang tepat yaitu ketika tidak mengganggu produktivitas tim. Hindari waktu-waktu sibuk, seperti menjelang deadline atau saat perusahaan sedang menghadapi proyek besar.

2. Sampaikan dengan Bahasa yang Sopan dan Jelas

Ketika bertemu dengan atasan, ungkapkan niat resign dengan kalimat yang lugas namun tetap sopan. Mulailah dengan apresiasi terhadap kesempatan yang diberikan selama bekerja di perusahaan.

Kemudian sampaikan keputusan resign tanpa menyalahkan pihak manapun. Misalnya, "Setelah berpikir panjang, saya memutuskan untuk mengundurkan diri untuk mengejar tujuan karier yang berbeda." Hindari kalimat bernada negatif atau emosional walaupun salah satu alasannya karena lingkungan yang toxic.

3. Berikan Nota Resign Secara Tertulis

Setelah menyampaikan secara lisan, jangan lupa untuk menyampaikan dan menyerahkan serahkan surat pengunduran diri yang formal kepada HRD. Surat ini sebaiknya singkat, jelas, dan mencantumkan tanggal efektif resign sesuai ketentuan kontrak.

4. Bersiap untuk Masa Transisi

Banyak perusahaan membutuhkan waktu untuk mencari pengganti atau melakukan serah terima tugas. Tawarkan bantuan selama masa transisi, seperti melatih rekan yang akan mengambil alih tanggung jawab atau membuat dokumentasi pekerjaan.

Baca juga: Apakah Karyawan Pabrik Termasuk Pegawai Swasta? Ini Penjelasannya

Cara menyampaikan alasan resign kerja karena tidak nyaman yang baik di atas bisa dijadikan referensi. Dengan penyampaian yang tepat, maka tidak akan meninggalkan reputasi buruk bagi perusahaan. (WWN)