Konten dari Pengguna

4 Contoh Keselamatan Kerja di Berbagai Bidang Industri

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

[Contoh Keselamatan Kerja] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Scott Blake
zoom-in-whitePerbesar
[Contoh Keselamatan Kerja] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Scott Blake

Ada beberapa contoh keselamatan kerja yang perlu diterapkan ketika melakukan pekerjaan. Seperti yang diketahui, beberapa profesi di sejumlah sektor memiliki risiko kerja yang cukup tinggi.

Jika tidak memakai alat-alat keselamatan kerja, tentu hal ini sangat berbahaya untuk diri sendiri maupun pekerja lain. Oleh karena itu, penting sekali mengetahui Contoh alat-alat keselamatan kerja.

Beragam Contoh Keselamatan Kerja

Contoh Keselamatan Kerja] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/Jeriden Villedas

Mengutip buku Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Eka Putri, dkk (2022), keselamatan kerja bertujuan untuk melindungi keselamatan dan kesehatan kerja dengan cara mengendalikan segala potensi bahaya di lingkungan tempat kerja. Beberapa contoh keselamatan kerja di berbagai sektor industri, yaitu:

1. Industri Manufaktur

Para pekerja di pabrik sering kali terpapar bahan kimia dan mesin berat, sehingga lingkungan kerjanya cukup berisiko tinggi. Beberapa upaya keselamatan kerja yang bisa diterapkan, yaitu:

  • Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD): Kacamata pelindung, helm, sarung tangan, masker, dan sepatu keamanan untuk melindungi diri dari bahaya fisik maupun kimia.

  • Pelatihan Keselamatan: Pekerja harus dibekali wawasan tentang prosedur darurat, penggunaan mesin, dan cara penanganan bahan berbahaya.

  • Sistem Lockout/Tagout: Bertujuan untuk memastikan bahwa mesin dalam kondisi mati sebelum diperbaiki untuk mencegah kecelakaan kerja.

2. Industri Pertambangan

Tambang merupakan lingkungan kerja yang berbahaya karena adanya ledakan, runtuhan, atau paparan gas beracun. Keselamatan kerja di tambang meliputi:

  • Ventilasi Tambang: Bertujuan untuk menghindari pengumpulan gas beracun.

  • Sistem Evakuasi dan Alat Pendeteksi Gas: Berguna untuk mencegah kecelakaan kerja karena gas metana.

3. Industri Konstruksi

Pekerja konstruksi juga berisiko jatuh dari ketinggian saat bekerja. Mereka juga rentan tertimpa alat-alat berat. Beberapa langkah keselamatan yang perlu diterapkan, yaitu:

  • Pembatasan Area dan Zona Aman: Mencegah pekerja atau orang lain yang tidak berkepentingan memasuki area berbahaya.

  • Pemakaian Helm Keselamatan dan Harness: Digunakan oleh pekerja saat berada di ketinggian untuk mencegah jatuh.

  • Pemeriksaan Peralatan Secara Berkala: Mengecek scaffold, crane, dan alat konstruksi lainnya untuk memastikan kelayakannya.

4. Industri Kelistrikan

Pekerja di bidang kelistrikan rentan mengalami sengatan listrik, kebakaran, ledakan akibat korsleting, dan risiko lainnya. Upaya keselamatan kerja yang perlu dilakukan, yaitu:

  • Memakai Peralatan Isolasi: Sepatu, sarung tangan, dan alat kerja tahan listrik lainnya untuk menghindari sengatan.

  • Mematikan Arus Sebelum Bekerja: Pekerja perlu memastikan bahwa sumber listrik dimatikan sebelum melakukan instalasi atau perbaikan.

  • Pelatihan Penanganan Darurat: Pekerja memahami prosedur penanganan yang tepat jika terjadi korsleting atau kebakaran karena listrik.

Baca juga: 4 Usaha Technopreneurship di Bidang Manufaktur dan Rekayasa Konstruksi Kapal

Itulah sejumlah contoh keselamatan kerja di berbagai bidang industri. Masing-masing industri mempunyai risiko kerjanya tersendiri yang perlu diantisipasi dengan cara yang berbeda-beda. (DLA)