5 Cara Alokasi Gaji Bulanan agar Keuangan Lebih Tertata
Artikel yang membahas info seputar karier.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara alokasi gaji bulanan perlu dipelajari oleh setiap karyawan agar perencanaan keuangan lebih tertata. Dengan begitu, masing-masing karyawan yang hanya mengandalkan gaji bulanan bisa merencanakan kehidupan finansialnya dengan baik.
Evaluasi kebutuhan hidup bulanan menjadi faktor penting untuk membuat alokasi gaji bulanan. Pastikan untuk mengutamakan memenuhi kebutuhan dasar hidup dan memiliki dana darurat sebelum menabung, sebagaimana dikutip dari buku Jangan Beli Unit Link Bila Anda Tidak Paham Benar, Freddy P. (2013:35).
Cara Alokasi Gaji Bulanan yang Penting untuk Dipelajari oleh Karyawan
Jika gaji bulanan dapat dialokasikan dengan tepat, pemenuhan kebutuhan pribadi atau rumah tangga akan terencana dengan baik. Berikut cara alokasi gaji bulanan yang bisa dilakukan oleh karyawan untuk memulai mengelola kehidupan finansial yang lebih baik.
1. Buat Daftar Cashflow Bulanan
Cashflow merupakan gambaran pemasukan dan pengeluaran uang dalam kurun waktu tertentu. Cashflow ini dibuat untuk mengetahui kebutuhan dasar seseorang dan pemenuhan gaji bulanan seseorang. Aktivitas ini termasuk hal pertama yang perlu dilakukan sebelum mengalokasikan gaji bulanan.
2. Tentukan Skala Prioritas
Selain cashflow, skala prioritas juga bisa digunakan sebagai panduan membuat alokasi gaji bulanan seseorang. Biasanya, kebutuhan dengan prioritas tertinggi adalah kebutuhan primer, seperti sandang, pangan, dan papan. Namun, di luar kebutuhan primer, seseorang juga bisa menentukan skala prioritasnya masing-masing.
3. Merencanakan Alokasi Gaji dengan Metode Budgeting
Ada tiga metode budgeting untuk alokasi gaji bulanan. Metode ini bisa dipilih dan disesuaikan berdasarkan pergerakan keuangan. Berikut informasinya.
Metode 50/30/20: 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk keinginan pribadi, dan 20% untuk tabungan serta investasi.
Metode 60/20/20: 60% untuk kebutuhan pokok, 20% untuk pengeluaran tambahan, serta 20% untuk menabung, utang, dana darurat, dan investasi.
Metode 70/20/10: 70% untuk kebutuhan pokok, 20% untuk tabungan, dan 10% untuk investasi.
4. Menyisihkan Dana Darurat
Dalam sebuah kehidupan, kebutuhan darurat kadang bisa saja terjadi. Jika seseorang belum mulai menyisihkan keuangan untuk dana darurat, alokasi gaji bulanan tentu akan selalu berantakan. Sehingga banyak alokasi lain yang digunakan untuk menutupi kebutuhan lainnya.
Dana darurat biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan pengeluaran yang tidak terduga atau mendesak. Beberapa hal di antaranya adalah untuk biaya kesehatan atau medis, renovasi rumah, atau kehilangan pekerjaan.
5. Memulai Investasi
Ketika alokasi gaji bulanan untuk kebutuhan primer atau kebutuhan dasar sudah tercukupi, pastikan untuk memulai investasi. Investasi digunakan untuk mencapai tujuan keuangan jangka panjang dan melindungi aset dari inflasi.
Baca Juga: 5 Cara Minta Naik Gaji secara Profesional sesuai Kinerja
Lima cara alokasi gaji bulanan di atas penting untuk dicoba oleh karyawan. Hal ini untuk menciptakan keuangan lebih stabil tanpa harus berhutang. (NAI)