5 Cara Memecat Karyawan dengan Baik dan Sopan
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu tugas terberat manajer atau HR adalah memecat karyawan. Proses pemecatan harus dilakukan dengan benar agar tidak menimbulkan dampak negatif. Ada beberapa cara memecat karyawan dengan baik dan sopan yang bisa dilakukan.
Proses pemecatan yang dilakukan dengan cara yang salah dapat menimbulkan dampak negatif pada karyawan yang diberhentikan dan perusahaan. Oleh karena itu, proses ini perlu dilakukan sesuai dengan etika.
Cara Memecat Karyawan dengan Baik dan Sesuai Etika
Mengutip dari Manajeman Sumber Daya Manusia, Batjo dan Shaleh (2018:137), pemecatan adalah berakhirnya hubungan kerja yang berdampak pada berakhirnya hak dan kewajiban antara karyawan dan pengusaha dikarenakan inisiatif dari perusahaan.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan karyawan dipecat, seperti karyawan kurang disiplin, tidak bisa melaksanakan pekerjaannya, melanggar peraturan, dan lain-lain. Ketika memberhentikan karyawan, ada etika yang perlu diperhatikan.
Hal ini dilakukan agar karyawan bisa menerima keputusan perusahaan dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi perusahaan. Berikut beberapa cara memecat karyawan dengan baik dan sopan.
1. Berikan Peringatan
Sebelum memecat karyawan, HR harus memberikan surat peringatan terlebih dahulu. Pemecatan secara tiba-tiba tanpa peringatan adalah hal yang tidak beretika dan dapat menyebabkan karyawan marah. Meskipun begitu, jika ada karyawan yang melakukan kesalahan fatal, maka karyawan tersebut sebaiknya segera diberhentikan.
2. Sampaikan Secara Langsung
Cara memecat karyawan selanjutnya adalah sampaikan secara langsung. Jangan memecat karyawan melalui telepon, email, atau WhatsApp. Pemecatan yang sesuai dengan etika adalah dilakukan secara tatap muka.
3. Rahasiakan Rencana Pemecatan
Rencana pemecatan karyawan perlu dirahasiakan yang hanya diketahui oleh HR dan manajerial saja. Informasi terkait pemecatan karyawan yang tersebar akan membuat lingkungan kerja menjadi tidak kondusif. Selain itu, karyawan yang diberhentikan akan merasa sakit hati.
4. Sampaikan dengan Ringkas
Cara memecat karyawan selanjutnya adalah sampaikan dengan kata-kata yang ringkas. HR perlu menyiapkan kata-kata yang lugas dan tidak bertele-tele untuk menghindari adanya perdebatan dengan karyawan yang bersangkutan.
5. Berikan Hak Karyawan
Saat perusahaan memutuskan memberhentikan karyawan, pastikan untuk memenuhi semua hak karyawan tersebut. Hak karyawan yang dipecat berupa pesangon dan hak lain sesuai dengan peraturan.
Baca juga: Apakah Karyawan PKWT Berhak atas Pesangon? Simak Informasinya di Sini
Itulah cara memecat karyawan dengan baik dan sopan. Pastikan untuk tetap memperlakukan karyawan yang diberhentikan dengan baik supaya karyawan bisa menerima keputusan perusahaan. (KRI)