Konten dari Pengguna

5 Jobdesk QC di Garment dan Kualifikasi Umumnya

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jobdesk QC di Garment. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Julian Tong.
zoom-in-whitePerbesar
Jobdesk QC di Garment. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Julian Tong.

Pada industri pakaian masif atau garment, tentu ada profesi sebagai quality control (QC). Jobdesk QC di garment di antaranya meliputi proses sebelum produksi hingga produk jadi.

Tidak hanya itu, pertanggungjawaban atas QC juga harus disajikan kepada direksi sebagai bentuk perbaikan kualitas produksi. Oleh karena itu, kualifikasi sebagai QC pada industri garment cukup ketat.

Jobdesk QC di Garment: Pra Produksi hingga Produk Jadi

Jobdesk QC di Garment. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Terri Bleeker.

Seperti dikatakan sebelumnya, jobdesk QC di garment harus dilakukan mulai dari proses pra produksi hingga produk selesai dibuat. QC pada industri garment biasanya juga diisi oleh seorang yang telah profesional.

Berikut merupakan deskripsi pekerjaan dari seorang QC dalam industri garment. Informasinya berdasarkan Garment Manufacturing: Processes,Practices and Technology, Prasanta Sarkr (2015:167-68).

1. Memeriksa Bahan Baku Siap Produksi

Seorang QC di garment perlu memastikan kesiapan bahan baku hingga kualitas bahan baku yang akan diproduksi, termasuk kualitas kain, hiasan, dan aksesori. Bahan baku yang digunakan tidak boleh cacat dan harus sesuai SOP yang berlaku.

2. Memeriksa Proses Produksi

QC di garment juga mengawal proses produksi. Memastikan proses produksi sesuai SOP dan standar keamanan adalah hal yang penting. Selain itu, QC juga harus memastikan proses pembentukan bahan baku, pemotongan, penyetrikaan harus sesuai dengan SOP.

3. Melakukan Pemeriksaan Produk Jadi

Setelah produk jadi, QC di industri garment juga wajib melakukan pemeriksaan pada kualitas produk yang dihasilkan. Ukuran produk harus sesuai dan tidak ada cacat produksi dari pengecekan manual dan juga pengecekan sample.

4. Mendokumentasikan Proses Pemeriksaan dan Membuat Laporan

Ketika melakukan tugasnya, QC juga perlu mendokumentasikan serta membuat laporan dari hasil pemeriksaan kualitas produk. Dengan dokumentasi langsung, QC dapat mempertanggungjawabkan pekerjaannya dan standar kualitas yang sesuai.

5. Membuat Analisis Hasil QC dan Menyusun Laporan

Setelah itu, QC pada garment juga harus membuat analisis hasil uji kualitas dan membuat laporan. Hal ini agar proses QC dan produksi dapat menjadi bahan tinjauan, juga sebagai evaluasi pembuatan produk.

Kualifikasi sebagai Quality Control pada Industri Garment

Jobdesk QC di Garment. Foto hanya sebagai ilustrasi saja, bukan gambar sebenarnya. Sumber: Unsplash/Anne Nygård.

Seperti dikatakan sebelumnya pekerjaan QC pada industri garment memiliki kualifikasi yang ketat dan rinci. Hal ini untuk menunjang pekerjaan agar tugas seorang QC bisa lancar dalam menjalankan tugas dengan baik.

Berikut beberapa kualifikasi yang dibutuhkan pada pekerjaan sebagai QC di industri garment.

  • Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai QC di Garment. Biasanya, di bidang yang serupa dengan produk yang dihasilkan perusahaan.

  • Memiliki inisiatif yang kuat, cepat beradaptasi, teliti, dan cekatan.

  • Pengetahuan yang kuat dalam pengecekan bahan baku hingga pengecekan barang jadi.

  • Memahami proses memotong, menjahit, hingga pengemasan produk.

  • Komunikasi yang baik dengan tim di garment atau vendor.

  • Bersedia bepergian dan bekerja di lokasi garment atau vendor yang berbeda (mobile).

Baca Juga: 4 Jobdesk Admin Purchasing yang Sangat Penting dalam Perusahaan

Itulah rincian jobdesk QC di garment yang bisa jadi bahan referensi untuk yang ingin bekerja pada industri ini. Informasinya juga mencantumkan kualifikasi yang dibutuhkan untuk menjadi seorang QC di industri garment. (Fitri A)