5 Langkah Keselamatan Kerja di Laboratorium untuk Meminimalkan Risiko
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bekerja di laboratorium bisa menimbulkan risiko, baik bagi diri sendiri maupun tempat kerja. Itulah mengapa, sejumlah langkah keselamatan kerja di laboratorium dibutuhkan untuk meminimalkannya.
Salah satu langkah tersebut adalah menggunakan APD atau Alat Pelindung Diri. Alat tersebut mampu melindungi diri para pekerja dari bahan-bahan yang berbahaya.
Ragam Langkah Keselamatan Kerja di Laboratorium agar Terhindar dari Bahaya
Mengutip dari buku Kesehatan & Keselamatan Kerja, Denisius Umbu Pati, dkk (2023: 9), secara filosofis, pengertian keselamatan kerja adalah sebagai berikut
Upaya untuk menjamin keutuhan serta kesempurnaan, baik jasmani maupun rohani, pekerja dan alat kerja, bahan, proses pengolahan, termasuk cara-cara melakukan pekerjaan.
Keselamatan kerja perlu ditegakkan di berbagai tempat termasuk laboratorium. Berikut adalah sejumlah langkah keselamatan kerja di laboratorium yang bisa dilakukan pekerja agar terhindar dari bahaya.
1. Menggunakan APD
Berbagai APD bisa digunakan saat bekerja di laboratorium. Contohnya adalah jas lab, masker, sarung tangan, dan kacamatan pelindung. Pastikan semuanya tertutup termasuk sepatu. Rambut panjang bisa diikat sembari melepas aksesori yang menggantung.
2. Memahami SOP
SOP atau prosedur kerja standar bisa dibaca sebelum melakukan pekerjaan. Selain itu, sifat bahan kimia serta alat yang digunakan juga dapat dipahami. Pekerja tak boleh melakukan eksperimen tanpa pengawasan atau izin dari atasan.
3. Memahami Cara Pakai Alat Darurat
Berbagai alat darurat perlu dipahami cara pakainya. Contohnya adalah kotak P3K, alat pemadam api, serta pancuran darurat. Ketahui juga lokasi dari alat-alat tersebut beserta letak jalur evakuasi.
4. Membuang Limbah dengan Benar
Bekerja di laboratorium akan menghasilkan limbah. Maka dari itu, pekerja perlu membuangnya dengan benar sesuai jenis dan aturan yang telah ditentukan. Jangan lupa juga untuk melabelinya dengan jelas.
5. Menjaga Kebersihan dan Kerapian
Kebersihan dan kerapian area kerja harus tetap dijaga. Segera bersihkan bahan kimia yang tumpah sesuai aturan. Selain itu, bahan-bahan yang tak digunakan juga perlu dirapikan untuk menghindari reaksi kimia yang tidak diinginkan.
Baca juga: 4 Contoh Keselamatan Kerja di Berbagai Bidang Industri
Dari ulasan di atas dapat diketahui bahwa setidaknya ada lima langkah keselamatan kerja di laboratorium. Selain itu, patuhi aturan laboratorium maupun perusahaan untuk memaksimalkan langkah ini. (LOV)