Konten dari Pengguna

6 Cara Ngomong Resign ke Atasan secara Langsung untuk Acuan Karyawan

D

Dunia Karier

Artikel yang membahas info seputar karier.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara Ngomong Resign ke Atasan secara Langsung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Amy Hirschi
zoom-in-whitePerbesar
Cara Ngomong Resign ke Atasan secara Langsung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Amy Hirschi

Resign atau mengundurkan diri dari pekerjaan merupakan hal yang wajar. Ada banyak alasan karyawan ingin resign. Untuk itu, cara ngomong resign ke atasan secara langsung penting untuk diketahui.

Karyawan harus menyampaikan rencana resign ke atasan secara profesional. Selain itu, pastikan untuk mengatakan secara baik-baik.

Cara Ngomong Resign ke Atasan secara Langsung yang Perlu Dipahami

Cara Ngomong Resign ke Atasan secara Langsung. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/Linkedin Sales Solutions

Mengutip dari Anak Kantoran, Ray (2023:219), berdasarkan Pasal 81 Nomor 42 UU Cipta Kerja, karyawan harus memenuhi tiga syarat berikut untuk resign.

  • Mengajukan permohonan pengunduran diri secara tertulis selambat-lambatnya 30 hari sebelum tanggal mulai pengunduran diri.

  • Tidak terikat dalam ikatan dinas.

  • Tetap melaksanakan kewajiban sampai tanggal mulai pengunduran diri.

Setiap karyawan yang ingin resign pasti memiliki alasan masing-masing. Jika berencana resign, berikut ini beberapa cara ngomong resign ke atasan secara langsung.

1. Ucapkan Terima Kasih

Karyawan bisa mengucapkan terima kasih atas kesempatan untuk berkembang dalam pekerjaan saat ini atau kesempatan mempelajari keterampilan baru. Karyawan juga bisa menjelaskan secara singkat mengenai keterampilan tertentu.

2. Menjelaskan Alasan Resign

Karyawan tidak perlu menjelaskan secara spesifik tentang pekerjaan atau minat baru. Karyawan bisa menjelaskan hal ini secara umum saja. Jika ingin sekolah lagi, merawat orang tua, atau menikah, jelaskan hal ini dengan lengkap.

3. Tawaran untuk Membantu Transisi

Karyawan dapat memberikan bantuan untuk melatih pengganti. Namun, penting untuk diingat bahwa hal ini bukan kewajiban.

4. Pemberitahuan Resign sesuai Kebijakan Perusahaan

Hal selanjutnya adalah informasikan rencana resign kepada atasan dalam waktu dua minggu hingga satu bulan. Perusahaan bisa saja memiliki kebijakan yang berbeda. Rentang waktu pemberitahuan ini bertujuan untuk memberikan jeda bagi perusahaan untuk mencari karyawan pengganti.

5. Tanggal Resign

Hal yang sangat penting untuk dijelaskan adalah tanggal karyawan akan resign. Sebutkan tanggal tertentu sebagai hari terakhir bekerja di perusahaan tersebut.

6. Pilih Waktu yang Tepat untuk Berbicara

Karyawan harus bisa memilih waktu yang tepat untuk membicarakan tentang resign dengan atasan. Hindari untuk membicarakan hal ini secara tiba-tiba. Pilih waktu yang sesuai untuk mendiskusikan hal ini.

Baca juga: 4 Alasan yang Tepat untuk Resign Mendadak yang Masuk Akal dan Tetap Profesional

Terdapat sejumlah cara ngomong resign ke atasan secara langsung. Beberapa di antaranya adalah ucapkan terima kasih dan alasan ingin resign. (KRI)