6 Etiket Berkomunikasi pada Bawahan di Lingkungan Kerja
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penerapan etika komunikasi sangat penting di lingkungan kerja. Pekerja dengan posisi tinggi dalam hierarki organisasi perusahaan pun perlu menerapkan etiket berkomunikasi pada bawahan.
Salah satu faktor yang membuat penerapan etika antara atasan dengan bawahan penting adalah keperluan untuk membangun hubungan baik. Contoh cara menerapkan etika saat berkomunikasi dengan bawahan, yaitu menatap matanya.
6 Etiket Berkomunikasi pada Bawahan yang Perlu Diketahui oleh Atasan
Atasan merupakan pekerja yang mempunyai posisi tinggi atau atas dalam hierarki organisasi perusahaan. Pekerja tersebut umumnya memiliki beban kerja lebih besar serta memiliki wewenang untuk memberi tugas kepada bawahan.
Walaupun demikian, atasan sebagai orang profesional tetap perlu mengedepankan etika saat berkomunikasi dengan bawahan. Komunikasi yang etis memang penting dalam kehidupan sehari-hari termasuk di lingkungan kerja.
Dikutip dari buku Pengantar Ilmu Komunikasi, Afdhal, dkk. (2023: 88), Yuniani menjelaskan bahwa komunikasi yang etis sangat penting untuk membangun hubungan yang baik, menghindari konflik, dan mendukung nilai-nilai sosial yang positif.
Berikut ini adalah enam contoh etiket berkomunikasi pada bawahan yang perlu diketahui oleh atasan.
1. Utamakan Kesopanan
Atasan perlu mengutamakan kesopanan saat berkomunikasi dengan bawahan untuk mencegah suasana yang tidak nyaman, seperti bawahan takut, marah, atau bermuka dua. Contoh kesopanan komunikasi adalah bahasa ramah serta tidak memuat makian.
2. Tatap Mata Bawahan
Atasan juga dapat menatap mata bawahan ketika berkomunikasi dengannya. Tatap mata penting untuk memastikan bahwa bawahan fokus serta menunjukkan bahwa diri menghargai keberadaan bawahan sebagai lawan bicaranya.
3. Sampaikan dengan Jelas
Komunikasi juga harus berlangsung secara jelas, yakni sesuai dengan tujuan, terstruktur, dan tidak ambigu. Hal ini penting untuk mencegah kemungkinan miskomunikasi antara atasan dengan bawahan.
4. Beri Umpan Balik
Atasan juga perlu memberi umpan balik saat berkomunikasi dengan bawahan. Umpan balik atau respons penting untuk menunjukkan bahwa diri mendengar pesan bawahan. Jadi, komunikasi tidak satu arah.
5. Bersikap Profesional
Atasan perlu menjaga sikap profesional saat berkomunikasi dengan bawahan untuk menjaga kewibawaan diri. Contoh sikap profesional adalah fokus pada pembahasan seputar pekerjaan, duduk atau berdiri dengan tegap, serta tidak mengesankan kemalasan.
6. Jaga Privasi
Atasan juga perlu menjaga privasi saat berkomunikasi dengan bawahan, baik privasi diri sendiri maupun privasi bawahan. Hal ini penting untuk menjaga hubungan profesional di lingkungan kerja.
Baca juga: 4 Pilihan Cara Menegur Karyawan yang Melakukan Kesalahan
Enam contoh etiket berkomunikasi pada bawahan dalam uraian di atas merupakan pelengkap referensi bagi atasan. Jadi, komunikasi dengan bawahan dapat berlangsung lebih efektif serta kewibawaan atasan pun tetap terjaga. (AA)