6 Tips Komunikasi Efektif dengan Atasan agar Pekerjaan Menjadi Lancar
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Miskomunikasi atau misinterpretasi merupakan keadaan yang dapat terjadi ketika pekerja tidak melakukan komunikasi efektif dengan atasan. Pekerja dapat mencegah keadaan tersebut dengan memahami tips komunikasi efektif dengan atasan.
Komunikasi efektif merupakan kemampuan atau keterampilan manusia untuk menyampaikan pesan serta memahami pesan secara jelas. Ciri dari komunikasi efektif adalah terjadinya persamaan makna atau pemahaman yang sama di antara orang yang terlibat.
6 Tips Komunikasi Efektif dengan Atasan, Pekerja Perlu Tahu
Jabatan yang berjarak membuat beberapa pekerja sulit untuk melakukan komunikasi efektif dengan atasan. Beberapa penyebabnya adalah perasaan takut, sungkan, atau apriori pekerja kepada atasan.
Komunikasi yang tidak efektif antara pekerja dan atasan dapat menimbulkan masalah miskomunikasi dan/atau misinterpretasi. Berikut ini adalah enam tips komunikasi efektif dengan atasan yang dapat mencegah atau meminimalkan terjadinya masalah komunikasi.
1. Mau Mendengarkan
Pekerja harus memiliki kemauan untuk mendengarkan. Dikutip dari buku Seni Komunikasi (Membangun Keterampilan Komunikasi yang Kuat di Era Digital), Olifia, dkk. (2024: 110), salah satu cara untuk mengatasi hambatan dalam komunikasi adalah dengan mendengarkan secara aktif.
Cara untuk mendengarkan secara aktif adalah fokus terhadap kata-kata dan komunikasi nonverbal saat lawan bicara menyampaikan pesan. Pekerja dapat fokus kepada hal tersebut dan tidak sibuk dengan pikiran serta perasaan diri sendiri.
2. Siapkan Pesan dengan Baik
Pekerja juga perlu mempersiapkan pesan dengan ketika ingin menyampaikannya kepada atasan. Beberapa cara mempersiapkan pesan dengan baik, yaitu:
Susun ide yang hendak disampaikan.
Kumpulkan informasi pendukung agar ide makin tampak kredibel.
Tentukan waktu yang tepat.
3. Sampaikan secara Jelas
Ketika melakukan komunikasi dengan atasan, pekerja juga perlu menyampaikan pesan secara jelas. Pesan perlu tepat sesuai tujuan dan tidak berkelit. Pesan yang berkelit dapat menimbulkan kesalahpahaman karena tampak ambigu.
4. Miliki Rasa Empati
Mengutip dari buku yang sama karya Olifia, dkk. (2024: 111), dengan berlatih empati, seseorang dapat lebih terbuka dalam berkomunikasi dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam. Jadi, kesalahpahaman dengan atasan dapat lebih minim terjadi.
5. Terima Kritik
Pekerja juga perlu mempersiapkan diri untuk menerima kritik. Langkah ini penting untuk membuat diri lebih berkembang dengan mendengarkan dan memilah kritik yang membangun.
6. Jangan Mudah Tersinggung
Ketika berbicara dengan orang lain termasuk dengan atasan, pekerja perlu menyingkirkan perasaan mudah tersinggung. Hal itu penting karena perasaan mudah tersinggung sering kali membuat diri mudah marah serta tidak dapat mendengarkan dengan baik.
Baca juga: 4 Cara Menyampaikan Alasan Resign Kerja karena Tidak Nyaman yang Baik
Enam tips komunikasi efektif dengan atasan dalam uraian di atas merupakan pelengkap referensi. Pekerja dapat menerapkan tip lain yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing. (AA)