7 Penyebab Karyawan Tidak Betah Kerja, Pemberi Kerja Perlu Tahu
Artikel yang membahas info seputar karier.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dunia Karier tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Persentase perputaran (turnover) karyawan yang tinggi atau relatif tinggi membuat pemberi kerja atau perusahaan perlu melakukan langkah evaluatif. Salah satu di antaranya adalah mengevaluasi penyebab karyawan tidak betah kerja.
Langkah evaluatif tersebut sangat penting karena perputaran karyawan yang tinggi dapat memengaruhi banyak aspek. Beberapa contoh adalah meningkatkan biaya rekrutmen, membuat produktivitas tidak optimal, hingga mengganggu operasional.
7 Penyebab Karyawan Tidak Betah Kerja dan Ingin Resign
Karyawan sebagai pekerja mempunyai hak dalam menentukan pilihan, misalnya untuk berhenti atau resign dari perusahaan. Tindakan tersebut merupakan kondisi umum dalam dunia kerja, tetapi pemberi kerja atau perusahaan perlu berhati-hati.
Perusahaan perlu berhati-hati jika perputaran (keluar dan masuknya) karyawan relatif tinggi. Jika hal itu terjadi secara terus-menerus, pekerjaan dapat menjadi kurang efektif sebab hanya fokus untuk mencari karyawan pengganti.
Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut, yaitu memahami faktor yang menyebabkan karyawan tidak betah kerja. Berikut ini adalah tujuh contoh penyebab karyawan tidak betah kerja dan banyak karyawan memilih berhenti kerja.
1. Gaji Tidak Sesuai
Manusia umumnya melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup, mulai dari makan, minum, tempat tinggal, kesehatan, dan sebagainya. Gaji yang tidak sesuai dengan kebutuhan membuat banyak orang mencari tempat kerja lain.
2. Beban Kerja Tinggi
Gaji yang tidak sesuai bukan hanya tentang nominal, melainkan juga bisa tentang beban kerja yang terlalu tinggi. Salah satu contoh adalah gaji besar, tetapi beban kerja tersebut seharusnya menjadi tanggungan tiga bahkan lima orang.
3. Penurunan Kualitas Hidup
Gaji besar dengan beban kerja tinggi membuat beberapa orang mengalami penurunan kualitas hidup. Beberapa contoh adalah tidak sempat olahraga, rekreasi, atau sekedar tidur dengan tenang. Kondisi tersebut juga kerap membuat karyawan memilih keluar.
4. Suasana Tidak Menyenangkan
Dikutip dari buku Mengapa Departemen SDM Dibenci?, Sudjatmiko (2010: 108), setelah gaji, oknum kedua yang membuat karyawan tidak betah adalah suasana kerja yang tidak menyenangkan. Beberapa contoh adalah senioritas atau rekan yang terlalu berkubu.
5. Tidak Ada Peluang Berkembang
Karyawan bisa saja memilih untuk keluar dan mencari perusahaan baru ketika tempatnya bekerja sekarang tidak dapat membuatnya berkembang. Contohnya, tidak ada jenjang karier yang jelas atau kenaikan gaji.
6. Masa Depan yang Tidak Jelas
Mengutip dari buku yang sama karya Sudjatmiko (2010: 108), oknum ketiga yang membuat karyawan tidak betah adalah tidak jelasnya masa depan di perusahaan itu. Hal ini juga dapat membuat karyawan berhenti dan memilih untuk bekerja di perusahaan lain.
7. Budaya Kantor yang Tidak Sesuai
Setiap manusia mempunyai budaya yang berbeda sehingga berbeda pula kebiasaannya. Budaya kantor yang tidak sesuai dengan kondisi diri juga dapat membuat karyawan berhenti kerja. Contohnya, jam kerja yang tidak menentu atau terkesan tidak ada batas.
Baca juga: 5 Alasan Resign Kerja karena Tidak Betah Lagi di Kantor
Penyebab karyawan tidak betah kerja dalam uraian di atas merupakan tujuh contoh faktor umum. Setiap perusahaan bisa saja memiliki faktor lain yang membuat perputaran karyawannya relatif tinggi. (AA)